Belajar Bahasa Arab

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Belajar bahasa Arab sangat tidak disukai oleh sebagian orang. Mungkin` karena kosakatanya sangat banyak sekali, yang konon katanya sekitar 6.000.000 keyword.

Tata bahasa nya juga sangat kompleks, baik berkenaan dengan perubahan kata dari nominal ke verbal. Dari mufradat ke mutsanna-jamak-sharaf-tashrif, juga perubahan harakat akhir akibat sejumlah awamil. (waduhhh..ilmu apaan ini bikin orang pusing hehe.)

Strategi belajar bahasa arab


Bahasa Arab juga mempunyai banyak sinonim maupun hononim, sehingga kita perlu menghafal mufradatnya (kosa kata). Karena kalau tidak menghafal kosa katanya, ketika berbicara dengan orang Arab asli, pasti dia akan kebingungan walaupun artinya sama.

Ya.. kalau seseorang menganggap pada kesan-kesan yang buruk seperti itu. Dia pasti akan benar-benar sulit belajar Bahasa Arab. Sebaliknya jika fokus pada yang mudah dulu, maka akan merasa mudah mempelajarinya. Maka dalam belajar Bahasa Arab mulailah dengan yang mudah dulu.

Dalam belajar Bahasa Arab kita juga harus mempelajari Ilmu-ilmu untuk menyempurnakan bahasa Arab. Seperti Ilmu Shorof, Nahwu, Lughot, dan lainnya. Disini saya akan menjelaskan sedikit pengertian ilmu-ilmu diatas.

Pengertian ilmu nahwu, shorof, dan lughot

Ilmu Nahwu adalah Ilmu yang mempelajari tentang jabatan kata dalam kalimat dan harakat akhirnya, baik berubah atau tetap. Kaidah-kaidah yang dengannya diketahui hukum-hukum akhir-akhir kata bahasa Arab dalam keadaan tersusun. (wikipedia)

Ilmu Shorof adalah Pengetahuan untuk menganalisa sebuah kata berbahasa Arab ketika dalam keadaan berdiri sendiri. Pembahasannya meliputi pembentukan kata serta aturan perubahan menjadi kata-kata baru yang merupakan turunan dari sebuah kata berbahasa Arab.

Sedangkan Ilmu Lughot adalah Ilmu yang mempelajari arti kata yang ada di dalam bahasa Arab atau di Al-Qur’an.
Saya belajar bahasa Arab sejak Kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah) tapi sebenarnya dalam kurikulum sejak Kelas 4. Tapi di sekolahku kelas 3 sudah diterapkan pelajaran bahasa Arab. Sedangkan sekarang ini Kelas 1 sudah di ajarkan bahasa Arab yang dasar-dasar.

Belajar bahasa arab waktu Madarasah Ibtidaiyyah


Pada waktu itu yang mengajarkan bahasa Arab dari kelas 3-6 MI adalah Pak Wahid. Pak Wahid merupakan guru serba bisa, dia juga mengajar pelajaran umum maupun agama. Pada saat sekolah MI saya sangat suka pelajaran agama, tapi yang paling saya suka bahasa Arab.

Latar belakang kenapa kok saya senang belajar bahasa arab yang pertama, keutamaan belajar bahasa Arab amatlah jelas karena bahasa Arab adalah bahsa Al-Qur’an Al-karim. Yang kedua, bahasa Arab itu bahsanya yang lembut dan lebih mengenakan hati, serta menentramkan jiwa.

Nilai bahasa arab tertinggi di kelas

Bagi umat Islam sangat penting belajar bahasa Arab karena bahasa yang digunakan waktu di akhirat kelak nanti. Tapi sekarang ini sebalikannya, orang Islam yang lebih suka mempelajari bahasa inggris dan menganut ajaran-ajarannya.
Pada saat kelas 3 sampai 5, nilai bahasa Arab saya selalu tertinggi dari pada teman-temanku.

Karena pada waktu itu saya menganggap bahasa Arab itu sangat mudah. Temanku juga banyak yang menganggap bahasa Arab itu susah, mungkin karena dia malas untuk menghafal kosa kata.

Waktu itu juga saya sekolah di Madrasah Diniyyah sore dan pelajaran bahasa Arabnya sama dengan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Sehingga pada saat sekolah Madrasah IbtidaiyyahI saya tinggal mengulang pelajaran waktu di Madrasah Diniyyah sore.

Nilai pelajaran bahasa arab menurun

Tapi saat saya kelas 6 semester pertama nilai pelajaran bahasa Arab saya turun dan di kalahkan oleh teman saya. Karena pada waktu kelas 6 teman saya ikut bimbingan private bahasa Arab. sehingga dia lebih banayak ilmunya di banding saya yang hanya sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah.

Setelah itu saya lebih semangat untuk belajar bahsa Arab lagi. Dan meminta kakaku untuk membimbing saya belajar bahasa Arab. Pada saat tugas harian bahasa Arab nilai saya dan temanku kejar-kejaran, kadang nilai saya yang tertinggi dan kadang dia.

Sesudah tiba waktunya Ujian Madrasah mata pelajaran bahasa Arab, malamnya saya belajar lebih serius lagi. Agar saya dapat nilai bahasa arab yang tertinggi. Setelah Ujian Madarasah selesai waktunya tinggal menunggu hasilnya.

Saat tiba hasil Ujian Madrasah, Alhamdulillah nilai bahasa Arab saya yang tertinggi. Tapi nilai mata pelajaran yang lainnya saya kalah dengan temanku dan aku mendapat peringkat 3. Namun aku tetap bersyukur meskipun tidak peringkat 1, yang penting nilai bahasa Arab tertinggi di sekolah.

Belajar bahasa arab waktu Madarasah Tsanawiyyah

Belajar Bahasa Arab

Setelah lulus dari Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah Kedungsari. Saya melanjutkan sekolah saya di Madrasah Tsanawiyyah Ma’ahid Kudus. Saya pengen mendalami lebih ilmu agama dan bahasa Arab ku. Dan katanya Madarasah Tsanawiyyah Ma’ahid adalah sekolah yang paling bagus untuk mendalami ilmu agama dan bahasa Arab. Sehingga saya ingin masuk di Sekolah itu.

Saat masuk di Madrasah Tsanawiyyah Ma’ahid, saya pun memprioritaskan pelajaran agama di banding pelajaran umum. Pelajaran agama menurut saya sangat penting sekali. Karena pelajaran agama ini adalah tuntunan kehidupan dunia dan akhirat kita.

Pada saat MTS (Madraah Tsanawiyyah) nilai bahasa Arab saya turun dan persaingannya pun cukup berat. Mungkin karena banyak murid-muridnya yang lebih pintar-pintar bahasa Arab. Di bandingkan ketika saya MI hanya mengalahkan 14 sisiwa.

Ketika MTS pelajarannya pun juga sangat sulit sekali. Baik itu pelajaran Nahwu, Shorof, Lughot lebih mendalam dan semakin detail. Tidak seperti waktu MI yang hanya menghafal kosakata-kosakata. Sehingga waktu MTS saya lebih di tingkatkan belajar dan menghafalkan baik itu pelajaran Lughot,Shorof dan Nahwu.

Pada waktu MTS pelajaran Bahasa Arab ditonjolkan didalam Sekolah saya. Agar setelah lulus MTS siswa-siswanya bisa berbicara dan mengerti bahasa Arab.

Belajar bahasa arab waktu Madarasah Aliyah

Setelah lulus MTS, saya melanjutkan ke Madrasah Aliyah Ma’ahid Kudus. Karena biar pelajaran agamanya lebih sempurna maka saya tetap melanjutkan di Ma’ahid. Sebab kalau tidak melnjunjutkan di Ma’ahid ilmunya jadi setengah-setengah kata guruku.

Pada saat belajar bahasa Arab di Madrasah lebih sangat sulit. Karena kita harus sudah menguasai ilmu Nahwu, Shorof dan Lughot. Dan yang mengajar pada saat itu dari mulai kelas X sampai XII adalah Pak H. Ahmad Ahid, Lc, Msi. Dia ini lulusan dari Lipia Jakarta dan International University of Africa Khartoum Sudan. Jadi tidak di ragukan lagi ilmu agama dan bahasa Arab. Karena dia sebenarnya mengajar mahasiswa-mahasiswa.

Pada saat dia mengajar di kelasku banyak yang kurang paham tentang penyampaiannya. Karena pada saat mengajar dia kadang-kadang memakai Bahasa Arab. Sehingga teman-temanku dan termasuk saya kurang memahami apa yang di terangkan.

Mengerjakan tugas bahasa arab

Dan saat itu ada tugas pelajaran bahasa Arab, saya dan teman-temanku belajar bersama untuk mengejarkan tugasnya. Kita waktu itu meminta bantuan kakanya temanku. Kakanya temanku juga lulusan Lipia Jakarta dan saat melihat soal-soalnya.

Kakanya temanku kaget banget dan menurutnya dia ini soal yang sangat sulit. Bahkan kakannya temanku bilang kalau ini bukan soal untuk siswa Madrasah Aliyah. Dan bilang ini soal untuk mahasiswa-mahasiswa.

Pada saat saya kelas XII Madrasah Aliyah di Masjid kampuing sebelah ada yang mengadakan belajar Bahasa Arab Gratis. Panitia nya waktu itu sedang mencari murid-murid yang mau belajar Bahasa Arab.

Mengulang ilmu-ilmu bahasa arab

Saat Masjid ku mendapatkan informasi itu, Takmir Masjidnya langsung melaporkan ke pemuda-pemuda masjid. Alhamdulillah saat itu banyak pemuda masjid saya yang mau belajar bahasa Arab. Saya waktu belajar pun ikut, meskipun ilmunya sudah saya dapatkan.

Tapi tujuan saya untuk mengingat kembali ilmu-ilmu nahwu, shorof dan lughotnya untuk persiapan Ujian Lisan Madrasah Aliyah. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah saya juga mau Melanjutkan pendidikan Bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq Surakarta.

Tapi Allah bekehendak lain dan mempunyai rencana. Saya sudah ditentukan Allah masuk di Pesantren Sintesa yang fokus dengan Al-Qur’an dan Bisnis Online. Mungkin tahun depan saya bisa melanjutkan pendidikan Bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq Surakarta. Sekian pengalaman saya Belajar bahasa Arab selama waktu sekolah. Semoga dapat memotivasi teman-teman semua.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.