Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi Beserta Contoh

Asal mula budaya organisasi bersumber dari pendirinya atau pemimpinnya. Karena pendiri maupun pemimpin mempunyai pengaruh besar akan budaya organisasi, baik itu dalam hal kebiasaan atau ideologi.

Contohnya seperti misi atau tujuan yang bisa diterapkan pada seluruh anggota organisasi. Dimana hal semacam ini dilakukan untuk langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham dengan tujuan organisasi.

Kemudian langkah yang kedua adalah melakukan indoktrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada orang lain. Dan ketiga yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri.

Dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan. Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan sebuah organisasi juga dari anggota dan semua orang yang membantu organisasi.

Pengertian Budaya Organisasi

budaya organisasi dalam perusahaan

Secara umum, pengertian budaya organisasi adalah suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Dan juga menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.

Atau bisa disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi. Budaya organisasi kemudian dijadikan sebgai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada didalam organisasi tersebut.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian budaya secara umum, para ahli budaya juga mengutarakan gagasan atau pemikirannya mengenai apa itu pengertian budaya organisasi. Sehingga para ahli tersebut mendefinisikan pengertian budaya organisasi menurut masing-masing.

Namun, dalam mengutarakan pendapatnya tidak jauh dengan definisi secara umum atau pengertian yang sudah ditentukan bersama-sama. Berikut ini penjelasan pengertian budaya organisasi menurut para ahli.

1. Menurut Susanto

Budaya organisasi menurut Susanto adalah nilai-nilai yang menjadi dasar sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal. Dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan. Sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada. Serta bisa mengetahui sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.

2. Menurut Robbins

Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

3. Menurut Walter R. Freytag

Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag adalah anggapan-anggapan dan nilai-nilai yang disadari atau tidak, dan mampu mengikat kesatuan suatu organisasi. Anggapan dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam suatu organisasi.

4. Menurut Mondy dan Noe

Mereka berdua berpendapat bahwa organisasi budaya adalah sistem dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

5. Menurut Sarpin

Budaya organisasi menurut Sarpin adalah sistem nilai, serta kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berhubungan dengan struktur sistem resminya. Sehingga dapat menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

fungsi budaya organisasi

Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai batas tingkah laku individu yang ada didalamnya. Berikut ini fungsi budaya organisasi secara umum.

  1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi.
  2. Alat pengorganisasian anggota.
  3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi.
  4. Petunjuk arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.
  5. Mengembangkan dan meningkatkan kinerja ekonomi, baik dalam jangka pendek atau panjang.
  6. Mekanisme kontrol perilaku.

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya biasanya susah untuk dibedakan antara fungsi budaya kelompak atau budaya organisasi. Karena budaya adalah termasuk gejala sosial, sehingga para ahli berpendapat masing-masing mengenai fungsi budaya organisasi. Berikut ini beberapa penjelasannya :

1. Menurut Ndraha

  • Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat.
  • Sebagai pengikat suatu masyarakat.
  • Sebagai sumber.
  • Sebagai kekuatan penggerak.
  • Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah.
  • Sebagai pola perilaku.
  • Sebagai warisan.
  • Sebagai pengganti formalisasi.
  • Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan.
  • Sebagai proses yang menjadikan bangsa bersatu dengan negara, sehingga terbentuklah bangsa negara.

2. Menurut Robbins

  • Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas.
  • Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi.
  • Budaya mempermudah timbulnya komitmen.
  • Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial.

3. Menurut Siagian

  • Sebagai penetap batas-batas perilaku, maksudnya adalah menentukan yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau menentukan yang benar dan salah.
  • Membangkitkan landasan prinsip suatu organisasi dan para anggotanya.
  • Membangkitkan kewajiban kepada kepentingan bersama, di atas kepentingan individua atau kelompok sendiri.
  • Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi.
  • Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.

Karakteristik atau Ciri-ciri Budaya Organisasi

ciri budaya organisasi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, terdapat tujuh karakteristik atau ciri-ciri utama. Beikut ini penjelasan lengbih lengkapnya mengenai karakteristik budaya organisasi :

  1. Inovasi dan pengambilan risiko (innovation and risk taking). Mencari peluang baru, mengambil risiko, bereksperimen, dan tidak merasa terhambat oleh kebijakan dan praktek-praktek formal.
  2. Stabilitas dan keamanan (stability and security), mengantisipasi kejadian yang dapat disangka sebelumnya, dan keamanan. Serta penerapan dari aturan-aturan yang mengarahkan perilaku.
  3. Penghargaan kepada orang (respect for people). Memperlihatkan toleransi, keadilan dan penghargaan terhadap orang lain.
  4. Orientasi hasil (outcome orientation). Memiliki perhatian dan harapan yang tinggi terhadap hasil, capaian dan tindakan.
  5. Orientasi tim dan kolaborasi (team orientation and collaboration), bekerja bersama secara terkoordinasi dan berkolaborasi.
  6. Keagresifan dan perjuangan (aggressiveness and competition), mengambil tindakan-tindakan tegas di pasar-pasar menghadapi para pesaing.
  7. Perhatian pada hal-hal detail (Attention to Detail). Dimana pekerja dielemenkan menunjukkan ketepatan, melakukan analisis, dan perhatian pada hal-hal rinci.

Contoh Budaya Organisasi

contoh budaya organisasi

Didalam budaya organisasi terdapat contoh yang sangat banyak. Berikut ini beberapa contoh budaya organisasi yang harus diketahui.

1. Kerapian Administrasi

Budaya organisasi dalam hal kerapian administrasi, merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam organisasi. Baik itu dalam hal surat-menyurat, pengelolaan keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk atau keluar, dan lain sebagianya.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas

Hal ini merupakan kunci yang dapat menentukan keberhasilkan akan kinerja dalam perusahaan. Jika tidak ada pembagian kekuasaan kinerja, mungkin para anggota atau karyawan dalam perusahaan tersebut akan kebingungan. Mana yang dijalankan atau dikerjakan dan mana yang tidak.

3. Kedisiplinan

Kedisiplinan adalah contoh budaya organisasi yang melekat dimana saja, baik dalam perorangan atau kelompok. Dimana disiplin merupakan karakter dan sifat dari orang-orang atau kelompok yang sukses.

4. Inovasi

Budaya organisasi kebanyakan akan memajukan anggota tim untuk melahirkan suatu ide-ide kreatif dan inovasi baru. Tujuannya agar dapat memajukan organisasinya.

Teori Budaya Organisasi

teori budaya organisasi

Teori budaya organisasi mempunyai tiga teori, yaitu Asumsi, Performa Komunikatif, dan Kritik. Namun, saya akan menjelaskan salah satu dari beberapa teori tersebut. Diantaranya yaitu teori Performa Komunikatif.

Performa merupakan perumpamaan yang menggambarkan proses simbolik pemahaman akan perilaku manusia dalam sebuah organisasi. Performa komunikatif dibedakan menjadi lima, yaitu performa hasrat, ritual, sosial, politis dan enkulturasi.

Performa hasrat merupakan riwayat-riwayat mengenai organisasi yang seringkali diceritakan dengan bersemangat oleh para anggota kepada orang lain. Tujuannya adalah untuk mengenalkan organisasinya bahwa telah sukses. Namun, terkadang juga untuk merekrut orang lain agar masuk kedalam organisasinya.

Begitulah penjelasan mengenai budaya organisasi, yang mencakup tentang pengertian, ciri-ciri, contoh, dan lain sebagainya. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan dalam hal penulisannya atau penyampainnya mohon dikritik, yang tujuannya untuk membangun. Sekian dan Terima Kasih.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.