Cara Budidaya Jamur Kuping Dengan Baik dan Benar [Panduan Lengkap]

Budidaya Jamur Kuping – Jamur Kuping merupakan sejenis jamur yang dapat tumbuh dari sisa-sisa tumbuhan yang tersisa. Jamur kuping juga termasuk jamur kayu yang bisa di makan. Jamur kuping ini memiliki tiga jenis, yang pertama Jamur Kuping putih (Tremella Fuciformis).

 

jamur kuping putih
jamur kuping hitam
jamur kuping merah

 

Yang kedua yaitu Jamur Kuping hitam (Auricularia polytricha) dan jamur kuping merah (Auricularia auricula juade). Jamur ini banyak peminatnya cukup banyak, termasuk untuk maskan-masakan Tionghoa. Karena banyak peminatnya, budidaya jamur kuping ini bisa dijadikan sebuah ladang bisnis sebab mempunyai nilai yang tinggi.

Budidaya jamur kuping ini sudah mulai banyak dilakoni para pembudidaya jamur atau petani jamur di Indonesia. Tapi masih ada peluang bagi kamu jika ingin membudidayakan jamur kuping untuk meraup keuntungan yang lebih banyak lagi dari bisnis ini. karena para petani jamur masih kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang ada.

Untuk Budidaya jamur kuping dapat di lakukan dengan pemilihan bibit yang berkualitas, agar yang dihasilkan lebih maksimal. sehingga tidak menyesal ketika masa panen tiba. persiapan-persiapan budidaya jamur kuping yang lain juga perlu di lakukan.

Kali ini saya akan memberikan apa saja yang perlu di persiapkan untuk budidaya jamur kuping. dari mulai tahap awal sampai masa pemanenan jamur kuping. maka dari itu simak baik-baik ulasan saya kali ini dan baca sampai habis.

Tahap persiapan budidaya jamur kuping

Dalam tahap-tahap persiapan budidaya jamur kuping ini ada 3 tahapan, yang pertama yaitu kita harus mempersiapkan lahan atau kubung (rumah jamur). yang kedua yaitu mempersiapkan media tanam, ini adalah sesuatu yang penting sekali dalam budidaya jamur kuping. dan yang ketiga mempersiapkan bibit jamur kupingnya. di bawah ini adalah penjelasannya dari beberapa tahap persiapan budidaya jamur kuping.

Persiapan lahan jamur kuping

Lahan yang baik untuk budidaya jamur kuping merupakan lahan yang memiliki iklim tropis yang suhu udaranya berkisar antara 22 – 28 ͦC. selain itu kelembaban udara yang dibutuhkan berkisar antara 80 – 90% dan pH tanah yang cocok adalah 6,7 – 6,9. untuk ketinggian lokasi lahan budidaya pun bukan menjadi masalah.

Karena jamur kuping dapat tumbuh pada dataran tinggi maupun dataran rendah. yang penting sudah memenuhi unsur-unsur suhu udara dan kelembaban di atas.

Persiapan media tanam jamur kuping

Jamur kuping ini tumbuh di alam liar dengan cara menempel pada bagian batang pohon yang lembab. Pada zaman dahulu media tanam dalam budidaya jamur kuping menggunakan kayu gelonggongan dengan diameter antara 10 -20 cm. Media yang dulu sering dipakai adalah pohon karet.

Pohon karet merupakan kayu yang disukai pertumbuhan jamur. tapi berhubung kayu karet sulit didapatkan maka nya tidak disarankan untuk menggunakan kayu karet. akan tetapi cara ini dianggap kurang efektif dan efisien.

Karena kayu karet saat ini susah didapatkan dan memiliki harga yang relatif mahal. Untuk itu media yang dibutuhkan sebagai pengganti yaitu media organik yang murah dan mudah didapatkan. Contohnya seperti serbuk gergaji, ampas sagu, pucuk tebu, kertas bekas atau kertas karton, kapas bekas pabrik permintalan dan kapur yang dikasih air secukupnya.

Media organik diatas sangat cocok sebagai bahan pengganti kayu gelonggongan. Media tanam yang telah anda pilih dan persiapkan, siram secara rutin setiap hari. Media tanam yang digunakan artikel ini adalah serbuk gergaji. saya di sini akan menjelaskan cara membuat media tanam dari serbuk gergaji.

Cara membuat media taman jamur kuping dari serbuk gergaji

Kenapa saya kok memilih media tanam serbuk gergaji, karena serbuk gergaji memiliki kandungan unsur hara seperti tanah. Serbuk gergaji sebagai media tanam sudah dimanfaatkan sejak waktu yang lama. Sehingga banyak yang berhasil ketika membudidaykan tanaman yang tidak memiliki ukuran terlalu besar.

Selain memiliki kandungan unsur hara seperti tanah, serbuk gergaji juga dapat menyerap air secara optimal. Mencampurkan tanah dengan serbuk gergaji sebagai media tanam juga dapat membuat tanah yang ada disekitarnya menjadi lebih subur, dan penyerapan unsur menjadi lebih mudah.

Langkah-langkah untuk pembuatan media tanam menggunakan serbuk gergaji adalah sebagai berikut :

Siapkan bahan campuran terlebih dahulu yaitu serbuk gergaji sekitar100 kg, dedak halus 10kg, gips 1,5 kg, kalsium karbonat 0,5 kg, pupuk Triple Super Phosphat (TSP) dan air secukupnya. Cara pencampuran bahannya  simak baik-baik di bawah ini :

  1. Semua bahan dicampurkan dalam satu wadah, kemudian tambahkan pupuk TSP dan air secukupnya. aduk hingga    merata sampai tercampur semuanya sampai adonan tidak terlalu lembek ataupun tidak terlalu kering
  2. Fermentasi media tanam jamur kuping Tujuannya ialah untuk menghasilkan media yang sempurna untuk pertumbuhan Jamur Kuping. Caranya yaitu media didiamkan selama 3-5 hari. Selama proses fermentasi media,  suhu akan meningkat mencapai 70 ͦC. Supaya fermentasinya merata, perlu dilakukan pembalikan media setiap   antara 2-3 hari. Media yang siap digunakan dicirikan dengan berubahnya warna media menjadi berwarna coklat  atau kehitaman.
  3. Media yang sudah melalui proses fermentasi dimasukkan kedalam plastik (saya saranin plastiknya yang tahan panas). Yang diameternya  25 cm dan panjangnya 35 cm, ketebalan 0,5 mm sampai setinggi 20 cm dengan   kapasitas 1kg.
  4. Selanjutnya media dipadatkan menggunakan alat press ataupun bisa dipadatkan secara manual. Setelah itu ikat ujung atasnya dan beri leher pada bagian atas plastik.
  5. Sterilkan media tanam yang sudah dimasukkan kedalam plastik dengan uap air atau dikukus. Dengan suhu 100 – 110 °C selama kurang lebih 2 – 4 jam. Baglog yang sudah di sterilisasi lalu didiamkan diruang inokulasi sampai suhunya kembali menjadi normal.
  6. Media tanam yang sudah  di sterilkan menggunakan uap air  disimpan ke dalam ruang inokulasi yang terhindar dari spora jamur. Yang tidak bisa dikehendaki oleh spora jamur atau jamur liar.

Caranya ialah yaitu semprot kedua tangan dengan alkohol 70%, lalu panaskan stik besi atau kawat . Dengan cara membakarnya diatas api spiritus dan dinginkan, lalu semprot botol bibit dengan alkohol supaya steril. Dan kemudian buka tutup kapas baglog diatas api spiritus yang digunakan untuk mengurangi kontaminasi.

Lalu masukkan stik atau kawat kedalam botol bibit, lalu lepaskan penutup baglog, dan mauskkan bibit kedalam mulut baglog. Goyangkan cincin supaya bibit menyebar kepermukaan baglog, lalu tutup kembali baglog dengan menggunakan kapas.

Persiapan bibit jamur kuping

 

Pada persiapan bibit ini sebetulnya dapat dilakukan secara tradisional atau pun dibuat sendiri. Namun untuk mendapatkan jaminan hasil panen memuaskan dan berkualitas, saya sarankan untuk membeli bibit saja. Petani jamur kuping proporsi rumah tangga sebaiknya membeli bibit dari toko aneka macam bibit pertanian yang siap untuk dipakai.

Karena memudahkan petani jamur kuping skala rumah tangga untuk mempersiapkan bibit, apalagi jika kamu merupakan petani jamur kuping pemula.

Bibit yang sudah di masukkan ke dalam media tanam. Untuk takaranya mungkin berbeda antara bibit serbuk dan bibit cair. untuk bibit serbuk sendiri dapat di taburkan pada plastik melalui leher yang sudah di buat tadi. Dengan takaran 0,5 gram perkantong plastik (media tanam).

Sedangkan untuk bibit cair sendiri dapat disuntikkan ke media taman menggunkan alat suntik dengan dosis 2 – 3 cc per kantong. Media tanam yang sudah diberi bibit langsung di tata pada lahan yang sudah disiapkan.

Inkubasi Jamur Kuping

Supaya miselium Jamur Kuping cepat tumbuh, lakukan inkubasi baglog di suhu 280-350 C, kelembaban 80%, dan juga cahaya lampu TL 60 watt. Inkubasi Jamur Kuping dilakukan setelah 4 hingga 8 minggu dengan ditandai pertumbuhan miselium warna putih yang telah memenuhi baglog. akan tetapi, jika 5 minggu lebih melakukan masa inkubasi tetap tidak ada pertumbuhan miselium, itu menandakan inokulasi gagal.

Cara merawat budidaya jamur kuping

 

budidaya jamur kuping

 

dalam merawat budidaya jamur kuping ini ada beberapa tahap untuk menghasilkan jamur yang berkualitas. yang pertama yaitu pemeliharaan tanaman dan pengendalian Hama dan penyakit.

Pemeliharaan tanaman jamur kuping

untuk pemeliharaan jamur kuping ini tergolong cukup mudah. Cukup hanya dilakukan penyimaran secara teratur, agar kondisi lingkungan tetap lembab. Penyiraman dilakukan harus pada taman dan di lingkungan sekitar tanaman. Pada saat musim hujan penyiraman dilakukan hanya 4 kali dalam seminggu.

Berbeda lagi ketika musim kemarau kita harus melakukan penyiraman setiap hari. Karena dalam pembudidayaan jamur kuping ini lingkungan dan tanamannya harus lembab, agar bibitnya tidak mati dan bisa tumbuh secara maksimal. Pengecekan juga dilakukan secara teratur agar jamur yang terserang hama dan penyakit dapat ditindak lanjuti dengan sesegera mungkin.

Pengendalian hama dan penyakit jamur kuping

Tidak bisa disangka bahwa dalam budidaya jamur kuping ini bisa berjalan dengan mulus sesuai dengan yang kamu inginkan. Secara umum, pada proses perawatan hal yang mengancam panen jamur adalah saat serangan hama dan penyakit.

Serangan tersebut bisa terjadi kapan saja bahkan penyebaran cukup cepat. Sehingga kamu harus mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit serta cara mengatasinya.

Serangan hama jamur kuping

serangan hama pertama yang harus basmi adalah Tikus. Tikus dapat di basmi dengan cara pemberian umpan yang telah dicampurkan  dengan racun. Racun yang harus di gunakan tentunya racun khusus tikus. Tapi juga bisa di basmi dengan menjebak tikusnya dengan alat khusus untuk memerangkap yang di berikan umpan.

Serangan yang kedua yaitu serangga dan kutu, ketika Anda mendapatkan tanaman jamur kuping yang kurang sehat berarti tanaman tersebut terserang penyakit. Kemungkinan serangan tersebut dari serangan serangga maupun kutu.

Untuk membasmi hal tersebut anda dapat menggunakan formalin dengan dosis 0,1 – 0,2 % dengan cara disemprotkan ke lingkungan ruangan.

Serangan penyakit jamur kuping

penyakirt corpinus, jenis penyakit ini muncul akibat adanya kontaminasi bakteri terhadap media tanam. Untuk membasi penyakit ini, segera pisahkan jamur yang terkontaminasi agar penyakit tidak menyebar. Setelah pemisahan sudah dilakukan maka harus penyulaman media tanam.

Penyakit penicilium juga menjadi musuh bagi petani jamur kuping. Penyakit penicilium atau penisilin pada umumnya dapat dilihat dari warna hijau yang menempel pada media tanam. Untuk membasminya bisa dilakukan seperti halnya pembasmian pada penyakit corpinus.

Panen jamur kuping

Waktu panen jamur kuping yang benar ialah jika jamur kuping sudah tumbuh maksimal. Ditandai dengan gelombang yang tidak merata ditepi jamur dan umurnya 3 – 4 Minggu. Saat pembentukan tubuh jamur, didalam satu rentang waktu penanaman jamur kuping selama 5- 6 bulan.

Jamur kuping dapat dipanen sebanyak 4 – 6 kali, waktu paling tepat melakukan panen jamur kuping pada saat jamur ini berumur  3 – 4 Minggu. Jamur kuping dilakukan dengan cara mencabut jamur kuping nya dan juga akar nya.

Karena akar yang tidak dicabut dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang berikutnya. Jika tertinggal, lebih baik untuk segera mengeluarkannya dari dalam baglog. Demikianlah informasi mengenai cara budidaya jamur kuping dengan cara baik dan menghasilkan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.