Cara Menanam Buah Naga

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang cara menanam buah naga. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dragon fruit atau yang lebih dikenal dengan nama buah naga adalah sejenis buah yang berasal dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Asal mula buah naga berasal dari negara Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Hanya saja, buah naga sekarang banyak dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia, bahkan di negeri kita Indonesia.

Cara menanam buah naga tidaklah rumit, karena buah naga dapat dibudidayakan di kebun maupun dalam pot. Namun sayangnya, sebagian orang atau petani buah naga kurang memperhatikan bagian penting di awal masa budidaya yang menyebabkan setelah beberapa tahun tanaman buah naganya tidak kunjung berbuah. Karena normalnya, buah naga sudah bisa berbuah setelah 7 sampai 10 bulan, bahkan jika beruntung dlam waktu 5 bulan sudah bisa berbuah.

Ada juga yang sudah berhati-hati dalam memilih bibit namun mengalami berbagai macam bentuk kegagalan; apakah dalam bentuk batang yang membusuk terkena hama penyakit atau tidak kunjung berbuah.

Kondisi Menanam Buah Naga Yang Optimal

cara memilih bibit buah naga

Tapi sebelum saya masuk menjelaskan cara menanam buah naga dan tahapan-tahapannya, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenali karakteristik buah naga yang akan kita tanam agar hasilnya menjadi optimal.

Buah naga boleh dibilang termasuk tanaman tropis yang mampu tumbuh dan beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan perubahan cuaca, termasuk musim penghujan.
Namun demikian, tanaman buah naga akan lebih baik pertumbuhannya apabila ditanam di daerah dengan kultur sebagai berikut:

  1. Dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 hingga 350 m dpl.
  2. Dataran yang memiliki temperatur suhu yang ideal yaitu berkisar antara 26 hingga 36 derajat celcius.
  3. Memiliki kelembaban udara di antara 70 hingga 90 %.
  4. Keasaman media tumbuh di tanah pada pH tanah 6,5 – 7.
  5. Daerah yang memiliki curah hujan yang ideal untuk pertumbuhannya, berkisar antara 60 mm/bln atau 720 mm/thn.
  6. Karakternya yang tidak tahan terhadap genangan air, hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman buah naga terutama pembusukan pada akar yang dapat merambat sampai ke pangkal batang. Oleh karenanya, sangat dibutuhkan intensitas sinar matahari cukup yang diperlukan sekitar 70 – 80 %, pastinya tanaman buah naga sebaiknya ditanam di lahan tanpa naungan teduh.

Detail Cara Menanam Buah Naga

cara menanam buah naga agar cepat berbuah

1. Tahapan – Tahapannya

Cara budidaya buah naga yang baik sehingga cepat berbuah, berumur panjang dan menguntungkan, diperlukan untuk melakukan tahapan-tahapan penanaman yang baik dan benar. Tahapan-tahapan tersebut adalah :

1. Mengenal jenis buah naga yang akan ditanam

2. Menentukan bibit buah naga

  • Membeli bibit buah naga
  • Membuat bibit buah naga sendiri dengan metode stek bukan biji.

3. Prepair (persiapan) menanam buah naga

  • Memilih lokasi tanam
  • Membuat tiang rambatan
  • Membuat lubang tanam

4. Aturan menanam buah naga

5. Pemeliharaan buah naga

  • Pengairan
  • Pemangkasan
  • Pemupukan
  • Pembersihan gulma atau rumput
  • Pembasmian hama
  • Memastikan ketersediaan cahaya yang cukup atau mengadakan pencahayaan buatan.

6. Memanen buah naga

7. Analisa problem dalam menanam buah naga dan solusinya

  • Pengairan berlebih
  • Tidak dipangkas
  • Salah pupuk
  • Serangan hama dan penyakit
  • Kurang pencahayaan matahari
  • Penyerbukan yang tidak sempurna

8. Berbagi tips dari pengusaha buah naga sukses

9. Lipat gandakan hasil usaha dengan Agrowisata

2. Cara Memilih Bibit Buah Naga

cara menanam buah naga di rumah

Cara memilih bibit buah naga yang berkualitas merupakan salah satu hal paling penting. Ini juga merupakan hal yang harus diperhatikan saat Anda ingin budidaya buah naga. Jika Anda memutuskan untuk membelinya dari para petani penjual bibit buah naga maupun Anda membuatnya sendiri, maka ada 2 cara dalam pembuatan bibit buah naga, yaitu dengan cara generatif atau pembibitan dari biji dan vegetatif atau dengan metode stek.

Cara pembibitan yang sangat disarankan adalah pembibitan dengan metode vegetatif (stek), karena hasilnya dapat dipastikan sama dengan induknya dan berbuah relatif lebih cepat. Anda tinggal memilih indukan dari bibit dan varian unggul dan merawat bibit tersebut.
Sedangkan pembibitan dengan metode generatif, selain hasilnya yang bisa berbeda dari indukannya, juga diperlukan lahan tersendiri untuk penangkaran khusus, dan metode ini jarang dikembangkan.

Untuk mendapatkan buah yang bagus, Anda harus memilih tanaman induk yang memiliki kualitas yang baik. Karena sifat dari induk nantinya akan menurun kepada anakannya termasuk buahnya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membeli bibit buah naga yang baik dan berkualitas.

Adapun ciri-ciri bibit yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Memiliki minimal 4 tunas
  • Bibit telah berumur 2 bulan atau lebih
  • Memiliki tinggi bibit, termasuk tunas yang baru minimalnya 50 cm, yang terbaik adalah berukuran tinggi 80 cm
  • Batang berwarna hijau sehat, tidak ada padanya tanda-tanda penyakit
  • Menanyakan kepada penjual, berapa kali indukannya telah mengalami masa berbuah, karena indukan yang baik apabila sudah mengalami minimal 4 kali berbuah.
  • Apabila Anda membelinya melalui online shop, ada baiknya Anda membaca review yang diberikan seller dengan seksama sebelum memutuskan untuk membelinya.

Baca : Cara Menanam Tomat

3. Trik Menanam Buah Naga Stek

kaidah menanam buah naga di pot

Pada cara menanam buah naga stek, dalam hal ini pembuatan bibit buah naga dengan metode stek, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pertama-tama, carilah indukan buah naga yang bagus, yaitu yang telah mengalami berbuah minimalnya 4 kali berbuah,dengan diameter yang disarankan sebesar 8 cm, dan panjang minimal 80 cm. Pilihlah batang induk buah naga yang berwarna hijau kelabu, terlihat sehat, keras dan tua. Calon bibit buah naga tidak boleh dalam keadaan busuk atau terkena penyakit.
  • Potong bagian batang yang panjangnya 80 – 120 cm, lalu sisakan sekira 20% bagian induknya agar tetap tumbuh, dan bagian 80% yang telah dipotong dijadikan sebagai bibit. Usahakan pada setiap bibit mempunyai minimal 4 calon tunas.
  • Selanjutnya, potong batang yang akan distek dengan panjang masing-masing antara 20 – 30 cm. Potong bagian atas batang sama rata dan sedangkan bagian pangkal bawah dipotong meruncing. Pangkal bawah inilah yang nantinya akan ditancapkan ke dalam tanah.
  • Celupkan bagian bawah batang ke dalam fungisida untuk menghindari dari penyakit dan jamur. Sebagian petani ada juga yang menggunakan bawang merah sebagai pengganti fungisida.
  • Pangkal batang bagian bawah diolesi perangsang akar, lalu tancapkan ke dalam bedengan atau polybag yang berisikan media tanam dengan kedalaman 5 cm. Media tanam yang baik terbuat dari kompos, tanah, dan sekam padi dengan volume perbandingan 2:1: ½
  • Buatkan pelindung dan naungan yang berfungsi menutupi stek batang buah naga dari panas terik matahari.
  • Penyiraman stek dilakukan 2 kali dalam sehari, pagi dan sore.
  • Setelah berumur 3 minggu, Anda sudah boleh membuka naungan karena tunas pertama telah tumbuh. Langkah ini dilakukan dengan tujuan agar cahaya matahari dapat sepenuhnya menyinari tanaman buah naga.
  • Setelah tunas berumur 2 bulan atau mencapai ketinggian sekitar 50 – 80 cm, Anda boleh memindahkan tunas ini ke tiang rambatan. Bila diras bibit buah naga masih terlalu kecil, tunggulah hingga bibit berusia 3 bulan, dan jika tunas masih belum juga timbul maka anggaplah pembibitan buah naga tidak berhasil atau gagal.

4. Ragam Menanam Buah Naga di Pot

tips menanam buah naga stek

Cara menanam buah naga di pot dilakukan dengan beberapa cara berikut ini :

1. Menyiapkan pot

Jenis pot yang digunakan untuk menanam buah naga dalam pot biasanya terbuat dari semen, tanah liat, plastik, serta bekas drum yang sudah dipakai. Tapi berdasarkan pengalaman, menggunakan pot dari tanah liat jauh lebih baik dari yang lainnya.

Karena itu, untuk hasil yang optimal dalam cara menanam buah naga dalam pot, ada baiknya Anda mencari pot dengan bahan tanah liat.

2. Membuat tiang rambatan

Tanaman buah naga tumbuh tinggi menjulang, namun batangnya tidaklah kokoh. Itu sebabnya tanaman buah naga dikenal sebagai jenis kaktus yang menyimpan air di batangnya.
Karakter buah naga yang seperti ini menjadikan petani buah naga harus membuatkan tiang rambatan yang tingginya mencapai 1,5 meter, dengan bagian atas berbentuk tanda tambah.

Kita bisa membuat tiang rambatan tersebut dari bahan beton maupun kayu. Hal ini dikarenakan usia tanaman buah naga yang bisa mencapai hingga 20 tahun lamanya. Sehingga, penggunaan bahan kayu mengharuskan kita mengganti kayu bila sudah terlihat lapuk dan membersihkan dedaunan kayu jika menggunakan kayu hidup.

3. Media tanam

Media tanam yang akan digunakan terdiri dari pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Namun, bila rasanya masih kurang, coba tambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g yang nantinya dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut.

Setelah itu media tanam harus disiram dengan air agar kondisinya jenuh. Kemudian Ana bisa mendiamkan media tanam tersebut selama sehari semalam.

4. Penanaman bibit

Bibit yang akan ditanam sebaiknya yang besar, dengan batang yang sudah tua dan berwarna hijau tua keabuan, serta bebas dari penyakit. Ukuran panjang bibit yang ideal untuk ditanam minimal 30 cm. nantinya bibit tersebut ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm. Setelah itu pastikan media tanam tersebut disiram dengan air, lalu diletakkan ditempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung.s

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dilakukan dalam cara menanam buah di dalam pot juga hampir sama dengan cara lainnya, yaitu pemupukan, penyiraman, serta pemangkasan cabang yang tidak diperlukan. Pastikan tanaman menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh.

Karenanya, sebaiknya Anda mengikat batang buah naga pada tiang penahan dengan menggunakan kawat atau tali yang kuat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ yang tidak terlalu kencang. Sebab ikatan yang kencang dapat merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.

5. Kaidah Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah

ragam menanam buah naga dlm pot

Berikut ini 4 cara menanam buah naga agar cepat berbuah dan bisa memberikan hasil yang maksimal

1. Gunakan bibir berkualitas

Budidaya tanaman apapun termasuk budidaya tanaman buah naga hanya bisa cepat berbuah dan bisa memberikan hasil yang maksimal jika menggunakan bibit yang berkualitas. Untuk poin ini kami tidak perlu menguraikannya secara detail karena sudah tercukupi pada pembahasan nomor dua, yaitu tentang cara memilih bibit buah naga.

2. Persiapan yang maksimal

Satu hal yang juga sangat penting untuk diketahui pada tata cara menanam buah naga agar cepat berbuah adalah melakukan persiapan yang matang sebelum menanam. Persiapan menanam buah naga amatlah penting. Karena kerja keras Anda, biaya, energi dan waktu yang sudah terinvestasikan di awal akan terbayarkan selama tanaman hidup buah naga tersebut hidup dan bisa dipanen.

Tanaman buah naga pada umumnya bertahan hingga usia 20 tahun, dan penanaman di lahan yang tepat serta perawatan yang benar, usia 10 bulan adalah masa mulai berbuahnya tanaman buah naga.

Dengan keunikan karakter yang dimiliki buah naga, dimana buah naga merupakan keluarga kaktus yang butuh kepada banyak sinar matahari namun dengan batang yang tidak kokoh, untuk menjadikannya cepat berbuah, banyak menghasilkan, dan berumur panjang, pastinya ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal.

3. Memilih lokasi tanam

Memilih lokasi tanam yang tepat juga merupakan salah satu cara menanam buah naga yang benar dan mendukung tanaman buah naga cepat berbuah. Buah naga merupakan jenis tumbuhan kaktus yang banyak menyimpan air di dalam batangnya. Oleh karenanya, pemilihan lokasi yang cukup terbuka agar mendapatkan sinar matahari yang cukup, bersih dari rerumputan dan bukan di area sawah menjadi prioritas utama.

Dengan kata lain, buah naga bisa hidup bagus di dataran dengan ketinggian 0 – 350 m dari permukaan laut dengan curah hujan mencapai 720 mm per tahun.

Sehingga, kondisi yang terlalu basah dan kurang asupan sinar matahari akan membuat buah naga mengalami pembusukan pada batang.

Tanaman buah naga sangat cocok untuk daerah tegalan atau ladang yang bila mana hujan selesai, air tidak menggenang.

4. Perawatan yang tepat

Agar tanaman buah naga bisa cepat berbuah dan memberikan hasil yang maksimal, tentu saja diperlukan perawatan yang tepat. Perawatan buah naga mencakup beberapa hal, yaitu :

1. Penyerbukan
2. Pemupukan
3. Penyiraman
4. Pemangkasan

Proses penyerbukan bisa dilakukan secara alami dan secara manual. Untuk pemupukan, sebaiknya dilakukan pada masa awal pertumbuhan dengan pupuk yang mengandung unsur nitrogen. Saat tanaman mulai berbunga, pemberian pupuk dilanjutkan dengan pupuk pupuk kompos dan pupuk organik setiap 3 bulan sekali, atau pupuk NPK dan ZK.

Proses penyiraman seharusnya dilakukan sebanyak 3 kali sehari, apalagi saat musim kering. Adapun proses pemangkasan dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan cabang yang dilakukan dengan cara memangkas semua cabang sekunder dan menyisakan batang utama.

Demikianlah uraian tentang cara menanam buah naga yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini. Bagi Anda yang berkeinginan untuk budidaya tanaman buah naga dan sedang mencari informasi yang tepat untuk itu, semoga penjelasan yang kami sampaikan pada artikel ini bisa memenuhi keinginan Anda.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.