Cara Menanam Sawi

Saat ini saya akan membagikan informasi seputar cara menanam sawi. Artikel ini cukup penting karena tanaman sawi merupakan salah satu sayuran yang memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi.

Pola gaya hidup sehat yang semakin meningkat di kalangan masyarakat membuat tanaman sawi menjadi sayuran yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan. Karena peluang pasarnya yang besar membuat banyak petani saat ini yang melirik sawi sebagai komoditas unggulan yang layak untuk di budidayakan.

Cara menanam sawi juga terbilang cukup gampang. Alasannya, tanaman tersebut adalah jenis tumbuhan yang memiliki tingkat adaptasi sangat tinggi terhadap iklim lingkungan. Selain itu perhatikan jenis sawi apa yang ingin ditanam. Sebaiknya untuk mengikuti permintaan pasar saat sawi akan ditanam.

Sebab, apabila yang ditanam jenis sawi yang berbeda dengan permintaan pasar saat ini, maka akan sulit untuk menjualnya. Meskipun demikian, pada dasarnya sawi jenis apapun tetap diminati oleh masyarakat.

Detail Cara Menanam Sawi

Cara Menanam Sawi caisim

A. Cara Menanam Sawi Hijau

Cara Menanam Sawi sendok

1. Pembenihan

Satu hal penting yang harus diperhatian terkait cara menanam sawi hijau yang benar adalah memilih benih yang berkualitas. Saat ini kita bisa memperoleh bibit sawi di toko – toko pertanian yang ada di daerah Anda.

Bibit sawi yang berkualitas biasanya dikemas dalam bungkusan dengan bahan aluminium foil. Atau, bisa juga seperti kemasan pada susu bubuk instan. Jangan lupa bahwa bibit ini bisa kadarluarsa. Karena hal tersebut kita harus memperhatikan tanggal kadaluarsanya. Bibit sawi yang baik adalah bibit yang usia penyimpanannya tidak lebih dari tiga tahun.

Adapun beberapa ciri biji sawi yang berkualitas biasanya bijinya berukuran kecil. Warna pada biji biasanya berwarna hitam sedikit kecoklatan dan memiliki warna tajam serta mengkilap.

2. Syarat Pertumbuhan Tanaman Sawi

Cara menanam sawi agar hasil pertumbuhannya bisa optimal adalah dengan menanam pada kondisi tanah yang gembur serta juga mengandung unsur hara. Selain itu, media tanam juga harus memiliki sistem drainase atau pembuangan air yang baik serta memiliki derajat Ph tanah yang bagus pada pH 6.0 sampai 7.0.

Tanaman sawi diketahui memiliki pertumbuhan optimal bila berada di dataran tinggi. Namun demikian tanaman ini tetap dapat dibudidayakan di dataran rendah selama kebutuhan air dengan suhu dingin dapat tercukupi.

Sawi tersebut bukan termasuk tanaman musiman sebab ia bisa tumbuh kapan saja. Akan tetapi, waktu yang optimal menanam sawi saat akhir musim penghujan agar dapat tumbuh lebih baik dan maksimal.

3. Proses Penyemaian Sawi

Langkah awal adalah menyiapkan media untuk menyemai. Bahan-bahannya biasanya terdiri dari tanah gembur dan kompos dengan perbandingan 3 : 1. Kemudian campur bahan tersebut hingga merata. Setelah selesai Anda bisa memasukkannya ke dalam polybag kecil atau letakkan di wadah semai.

Kemudian Anda diamkan selama kurang lebih satu pekan. Usahakan agar terhindar dari air hujan atau sinar matahari secara langsung. Setelah selesai, maka benih sawi dapat di rendam kedalam air hangat selama 3 jam.

4. Penanaman Benih Sawi

Proses berikutnya adalah melakukan penanaman. Siapkan media tanam berupa polybag yang berukuran 15 cm diameternya. Kemudian, isilah polybag tersebut dengan tanah yang subuh dan mengandung kompos.

Setelah itu, jangan lupa untuk tekun dalam menyiram benihagar benih dapat tumbuh dengan optimal. Penyiraman dilakukan dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari. Sebaiknya memberikan pupuk organik seperti kompos setiap sepekan sekali agar tanaman dapat utmbuh dengan baik.

5. Pemanenan Sawi

Pada proses ini, Anda hanya perlu menunggu hingga sawi telah berusia 2 bulan. Pada usia tersebut Anda baru dapat memanen sawi hasil budidaya milik anda dengan optimal. Pemanenan sendiri merupakan proses terakhir dari cara menanam sawi hijau.

Proses pemanenan biasanya bisa dilakukan dengan berbagai cara dan cukup mudah. Setidaknya ada beberapa cara yang dapat digunakan seperti mencabut dari akar, memotong batang sawi dan memetik daun satu-persatu.

Apapun langkah yang dilakukan saat pemanenan, tetap perhatikan kondisi sawi agar hasilnya akan optimal ketika dipasarkan.

B. Cara Menanam Sawi Putih

Cara Menanam Sawi di Pot

1. Pemilihan Benih

Adapun ciri-cri untuk memilih benih sawi putih yang berkualitas berdasarkan tata cara menanam biji sawi putih yang benar sebagai berikut :

  • Benih yang akan ditanam tidak terkontaminasi dengan benih tanaman lain,
  • Kondisi benih tidak memiliki cacat atau kerusakan,
  • Pada lapisan permukaan benih tidak terlihat tanda keriput.

Salah satu ciri benih yang berkualitas bisa dilihat dari kondisi benih yang tenggelam saat benih direndamkan dalam air.

Bila benih yang direndam tersebut mengapung maka hal tersebut menandakan benih sudah keriput dan tidak akan optimal bila dipaksakan untuk proses penanaman.

2. Proses Semai Benih

Penyemaian sawi biasanya menggunakan tanah, kompos, dan sekam sebagai media tanamnya. Adapun perbandingan antara tanah dan kompos dan sekam adalah 2:1:1. Tahap ini bisa dikatakan sangat penting karena hasil dari tahap ini akan berpengaruh besar pada pertumbuhan sawi putih.

Media tanam yang bisa di gunakan ada dua yakni dengan polybag atau dengan menggunakan pot. Namun demikian, banyak juga yang menanam sawi putih menggunakan media seperti botol bekas air minum, ataupun kemasan yang bagian bawahnya telah dilubangi.

Pada saat penyemaian, perhatikan lokasi penanaman. Anda perlu mencegah agar benih sawi putih tidak terekspos oleh sinar matahari maupun hujan secara langsung. Tanamlah benih sawi pada tanah dengan kedalaman yang rendah. Biasanya ukuran kedalaman hanya mencapai 10cm. Kemudian tempatkan pada sebuah wadah.

Jangan lupa untuk menyiram benih secara teratur yakni 2 kali dalam sehari hingga benih bertunas dan mengeluarkan 3-4 daun. Setelah daun tumbuh maka benih bisa dipindahkan pada tempat yang lebih luas.

3. Persiapan Lahan Atau Media Tanam

Pastikan area lahan yang akan ditanami sudah memiliki tanah yang gembur dan subur. Setelah itu, Anda kemudian membuat bedengan yang berguna untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Perlu diperhatikan, bedengan yang akan dibuat biasanya memiliki ukuran lebar sekitar 120cm dengan panjang 40cm.

Pastikan juga bila ukuran panjang pada bedengan dicocokan dengan luas lahan yang tersedia. Barulah pada tahap berikutnya kita bisa melakukan pemberian pupuk seperti kompos maupun pupuk organik untuk memeperkaya unsur hara sehingga tanah semakin optimal untuk penanaman.

Proses pengolahan tanah biasanya membutuhkan waktu selama lebih dari seminggu. setelah itu bibit pada tempat penyemaian bisa dipindahkan. Karena hal tersebut dianjurkan untuk melakukan proses pengolahan tanah ini dilakukan setelah anda menanam bibit di tempat penyemaian sehingga pada saat bibit sudah siap dipindahkan, lahan tanam untuk sawi juga siap pakai.

4. Penanaman Benih

Setelah mempersiapkan wadah tanam, tahapan cara menanam sawi putih berikutnya adalah tahap menanam. Pada tahapan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

  • Memperhatikan temperatur penanaman, diketahui suhu optimal yang dibutuhkan sawi adalah 19C hingga 21C. Hal ini menjadi penyebab kenapa sawi putih lebih mudah untuk dibudidayakan pada dataran tinggi.
  • Menjaga agar asupan air yang diberikan tidak melebihi dan menggenangi tanaman menyebabkan pertumbuhan sawi putih menjadi tidak maksimal.
  • Jarak antar tanaman sawi yang ditanam juga harus diperhatikan. Setiap tanaman yang tumbuh tidak boleh terlalu dekat untuk mencegah tabrakan pada akar.

5. Proses Perawatan

Untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal, diperlukan adanya beberapa langkah perawatan pasca semua cara menanam sawi putih dengan baik dan benar dijalankan. Perawatan tersebut meliputi:

Pemupukan

Pemupukan hendaknya dilakukan sebanyak 2 kali. Pertama, di awal waktu penanaman dengan pupuk dasar. Kedua, pada waktu tanaman sudah mulai besar atau di saat pemberian pupuk susulan.

Anda bisa memberikan pupuk susulan dalam bentuk pupuk organik maupun pupuk kimiawi. Pemberian pupuk susulan ini sangat penting peranannya, yaitu untuk menjaga kandungan unsur hara dalam tanah yang dapat mencegah tanaman sawi dari kekurangan asupan makanannya.

Penyulaman

Setelah bibit sawi putih dipindahkan ke area tanam, Anda sudah bisa melakukan penyulaman sekitar 1-2 minggu setelah pemindahan. Penyulaman yang dimaksud dalam cara menanam sawi adalah mengganti tanaman sawi yang mati dengan sawi yang baru dipindahkan dari tempat penyemaian.

Penyiangan

Salah satu tahapan dalam merawat tanaman yang biasa dilakukan adalah penyiangan. Yaitu dengan mencabut gulma atau tanaman liar yang ada di sekitar tanaman sawi agar asupan makanan tidak berkurang karenanya.

Gulma menjadi salah satu gangguan yang selalu muncul terlebih pada saat musim penghujan, dan bisa menjadi tempat persembunyian hama.

Penyemprotan Insektisida

Ulat merupakan salah satu hamba yang lazim menyerang sawi putih. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi problem hama yang satu ini. Yaitu dengan cara manual dan dengan cara kimiawi.

Cara manual yang dimaksud ialah dengan mengambil secara langsung ulat-ulat tersebut lalu menyingkirkannya. Sedangkan cara kimiawi yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida atau pestisida.

Meskipun ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk dalam menghadapi persoalan hama ulat, pastinya cara pertama merupakan cara yang aman bagi kesehatan tubuh.

Karena pada cara kedua, itu artinya sama saja Anda memberikan racun kimiawi pada tanaman sawi Anda yang menyebabkan tanaman sawi terpapar bahan kimiawi yang tentunya tidak sehat jika di konsumsi untuk jangka waktu panjang.

6. Proses Panen

Umumnya masa panen bisa dilakukan pada tanaman sawi putih ketika berumur sekitar 50-60 hari setelah penanaman. Cara panennya pun cukup mudah dimana Anda hanya perlu mencabut seperti biasa pada media tanam.

C. Cara Menanam Sawi Hidroponik

Cara Menanam Sawi di Polybag

Cara menanam sawi hidroponik cukuplah mudah, bahkan ibu-ibu rumah tangga sekalipun mampu menanam sawi hidroponik di halaman atau pekarangan rumah. Tidak hanya kemudahan dalam menanamnya, dalam cara menanam sawi hidroponik juga menonjolkan sisi kebersihan dan kualitas hasil panen.

Hasilnya, mulai banyak swalayan atau supermarket yang menjajakan menu sayuran hidroponik. Tentunya hal ini cukup menarik minat masyarakat perkotaan yang dikenal dengan kesibukannya, dan tidak memiliki banyak waktu. Ditambah lagi dengan lahan pekarangan rumah yang sempit dan terbatas untuk mencoba menanam sawi hidroponik ini.

Perawatan dan pemeliharaan dalam menanam sawi hidroponik terbilang mudah. Selain itu, menanam sawi dengan metode hidroponik akan menghasilkan tanaman sawi yang tahan terhadap serangan dan gangguan hama dan penyakit.

Produktifitas yang dihasilkannya pun tidak kalah tinggi jika dibandingkan dengan pola tanam dengan menggunakan cara konvensional.

Langkah-langkah dalam menanam sawi hidroponik:

Pemilihan benih

Langkah awal dari cara menanam sawi hidroponik adalah pemilihan benih atau bibit unggul. Tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menanam sawi hidroponik turut ditentukan oleh pemilihan benih sawi yang berkualitas.

Oleh karenanya, pemilihan benih sawi yang berkualitas dengan tingkat keberhasilan yang tinggi menjadi modal awal dalam menanam sawi hidroponik.

Adapun ciri-ciri benih sawi yang berkualitas dengan hasil yang optimal adalah sebagai berikut:

• kondisi bibit yang sehat dan tidak cacat.
• Bibit berasal dari indukkan sawi yang berkualitas
• Pada bibit tidak terdapat penyakit
• Memiliki kualitas perkecambahan yang baik

Pembibitan

Media tanam dalam pembibitan sawi hidroponik dapat menggunakan rockwool sebagai media tanamnya. Potong rockwool hingga berbentuk dadu, dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran netpot.

Langkah selanjutnya, tempatkan rockwool pada sebuah nampan atau baki, susun secara teratur. Lalu basahi rockwool dengan air bersih. Dan jangan lupa untuk membuat lubang tanam pada rockwool.

Kemudian masukkanlah benih sawi ke dalam lubang yang telah dibuat sebelumnya. Setelah kecambah menumbuhkan daun sebanyak 4 buah, maka Anda sudah boleh memindahkan benih dalam ke wadah dan dipasang dalam instalasi hidroponik.

Media tanam

Ada beberapa media tanam yang bisa digunakan dalam cara menanam sawi hidroponik, diantaranya sabut kelapa, kemudian kerikil, lalu sekam bakar, dan sebagainya.

Penanaman

Cara menanam sawi hidroponik yang baik dibutuhkan pemilihan lokasi atau lahan yang bagus, karena dapat mempengaruhi hasil pertumbuhan tanaman sawi nantinya.

Penanaman sawi dengan metode hidroponik terbilang sangat mudah. Anda hanya cukup memindahkan bibit bersama rockwolnya ke dalam media yang telah terisi dengan sekam bakar dan sebagainya.

Selanjutnya, Anda cukup memasukkannya ke dalam lubang yang ada di media tanam yang telah diisi dengan larutan nutrisi hidroponik.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dalam cara menanam sawi hidroponik meliputi pemberian nutrisi, kemudian mengontrol hama.

Pemanenan

Sawi hidroponik memiliki masa panen yang terhitung cukup cepat. Pada umumnya sawi hidroponik tumbuh dalam waktu 2-3 bulan. Setelah sampai pada waktu tersebut, biasanya sawi sudah siap untuk proses pemanenan.

Cara menanam sawi hidroponik dengan media air juga sama, Anda tinggal memotong batang, atau memetik tangkai daun dan bisa juga dengan mencabutnya dari media tanam.

Baca Juga : Cara Menanam Tomat

D. Cara Menanam Sawi Manis

Cara Menanam Sawi putih

Cara menanam sawi manis juga tergolong mudah, sebab tanaman sawi manis dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah, maupun menengah juga dataran tinggi. Namun demikian, perlu anda ketahui, untuk jenis sawi manis, diperlukan tanah yang subur dan gembur. Tanah tersebut termasuk tanah yang digenangi oleh air atau dalam kondisi becek.

Adapun ukuran pH tanah yang ideal untuk menanam sawi manis adalah pada pH 6.0 hingga 7.0 layaknya tanah yang subur. Dalam menanam sawi manis Anda juga membutuhkan cahaya matahari yang cukup agar tanaman sawi manis dapat tumbuh optimal.

Persiapan Bibit Sawi Manis

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, ada baiknya bila benih sawi manis disemai terlebih dahulu. Dan anda juga harus menyiapkan bedengan semai yang telah digemburkan.

Kemudian tabur pupuk urea atau pupuk ZA ke are penyemaian, dan aduk secara merata yang kemudian bisa didiamkan selama 1 minggu.

Setelah semua persiapan dilakukan, benih sawi manis ditabur ke dalam bedengan kemudian tutup tipis dengan tanah halus.

Lalu lakukan penyiraman dengan hati-hati menggunakan sprayer agar benih tidak mengalami kerusakan. Benih sawi manis biasanya tumbuh setelah 3-4 hari dari tahap penyemaian. Setelah 3-4 minggu dari semai, bibit sawi manis kemudian sudah siap untuk ditanam.

Persiapan Lahan Tanam Sawi Manis

Lakukan proses penggemburan tanah, lalu buat bedengan dengan dolomit pada ketinggian sekitar 10-20 cm dengan diameter lebar 1 meter dan panjang disesuaikan lahan. Lakukan Pengapuran sebelum pemupukan dasar 7-10 hari sebelumnya.

Tahap selanjutnya adalah pemupukan dasar, gunakan pupuk kandang atau kompos. Boleh juga ditambahkan pupuk ZA atau Urea secara bersamaan. Aduk semua secara merata, dan biarkan selama 2-3 minggu sebelum penanaman benih.

Cara Menanam Bibit Sawi Manis

Usia 3-4 minggu, bibit sawi manis sudah diap ditanam, lakukan penyiraman bedeng sebelum menanam bibit sawi manis bila tanah belum terkena hujan.

Buatlah sebuah lubang untuk media tanam dengan ukuran 20 x 20 cm. Kemudian pindahkan bibit sawi manis dari tempat semaian secara perlahan. Perlu diperhatikan agar tanah sudah dalam kondisi basah agar akar sawi tidak rusak saat dipindahkan.

Lakukan penanaman, dimana satu benih hanya cukup untuk satu lubang. Sebaiknya penanaman bibit dilakukan sore hari, agar sinar matahari tidak terlalu terik dan merusak bibit.

Perawatan dan Pemeliharaan Sawi Manis

Lakukan penyiangan gulma sekurang-kurangnya 2-4 kali (kondisional) hingga waktu panen tiba.
Setelah tanaman sawi berusia 2 minggu, lakukan pemupukan susulan. Lakukan bersamaan dengan penyiraman atau dengan menuangnya. Gunakan pupuk urea dan KCL dengan perbandingan 2:1 saat proses pemupukan.

Lakukan pemupukan di sore hari dengan interval 5 hari sekali, atau sesuaikan dengan kesuburan tanah (kondisional).

Masa Panen Sawi Manis

Masa panen yang dinanti tiba pada usia 40-50 hari setelah tanam. Lakukan pemanenan sesuka hati Anda, dengan dicabut maupun dengan dipotong batangnya.

E. Cara Menanam Sawi Sendok

Cara Menanam Sawi dengan hidroponik

Sawi sendok atau yang disebut juga dengan pakcoy merupakan satu rumpun dengan sawi. Adapun cara menanam sawi sendok adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Lahan

Cara menanam sawi sendok atau pakcoy tidaklah terlalu sulit. Anda tinggal menggemburkan tanah, lalu buat bedengan dengan diameter lebar 100cm dan tinggi 200cm, sertakan pula selokan (saluran air) selebar 30cm.

Taburkan pupuk kandang kering di atas bedengan dengan komposisi 4 kg/m2. Aduk hingga merata dan sesuaikan dengan permukaan tanah.

2. Pembibitan

Gunakan tray dalam pembibitan bersama media semai berupa campuran pupuk kandang, arang sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1:3. Masukkan media semai ke dalam tray dan siram hingga basah dengan volume air sebanyak 40%.

Kemudian tanam benih ke dalam tray, satu lubang untuk satu benih dengan kedalaman sedang dan tidak terlalu dalam. Lalu timbun benih dengan arang kesam, lalu tray ditutup dengan plastik selama 1 malam. Siram bibit secara inten 2 kali sehari, di pagi dan sore hari.

Jika bibit telah tumbuh secara normal, dalam jangka waktu 7-9 hari, bibit siap ditanam.

3. Penanaman

Pemilihan bibit yang sehat dapat dikenali dari batangnya yang tumbuh tegak, dengan warna daun hijau segar, dan tidak terserang penyakit atau hama.

Tahapan cara menanam bibit sawi sendok ke bedeng utama adalah sebagai berikut:
Buatlah lubang tanam pada bedengan berukuran 4 x 6 cm untuk bibit yang masih kecil, adapun untuk yang besar maka lubang dibuat berdiameter 8 x 10 cm.

Kemudian pindahkan bibit sawi dari polybag ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat secara perlahan agar akar bibit tidak rusak. Lalu tutup lubang tanam dengan tanah hingga merata.

4. Pemeliharaan

Pokcoy sangat bergantung pada asupan air, oleh karenanya lakukan penyiraman secara intens dan teratur, terlebih di musim kemarau sebanyak 2 hingga 4 kali selama masa tanam.

Pemupukan juga menjadi perkara penting yang harus diperhatikan dalam cara menanam sawi sendok. Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK dengan komposisi 300 kg/Ha.
Anda juga bisa menggunakan pupuk jenis lainnya seperti Urea dengan takaran 50 kg/Ha. Lakukan pemupukan bersamaan dengan penyiraman maupun ditabur secara langsung.

Lakukan pencegahan dari serangan hama dan penyakit secara berkala, karena itu semua dapat mengurangi hasil yang maksimal usaha Anda.

5. Pemanenan

Setelah Pakcoy berusia sekitar 23 – 30 hari, Anda sudah diperbolehkan memanen tanaman sawi sendok ini dengan cara mencabut akarnya. Hal ini berguna untuk memperlambat tingkat kelayuan pada daun Pakcoy. Kemas dalam plastik berlubang dan siap dipasarkan.

Baca Juga : Cara Menanam Buah Naga

F. Cara Menanam Sawi di Pot

Cara Menanam Sawi hijau di sawah

Ada beberapa langkah cara menanam sawi di pot yang mesti Anda jalankan, diantaranya:

1. Penyemaian Benih

Pembenihan yang cermat akan menghasilkan tumbuhan yang bagus, oleh karenanya lakukanlah pembenihan secara cermat.

Pada umumnya, benih sawi hijau yang berkualitas memiliki bentuk daun yang bulat berukuran kecil. dengan warna kulit coklat kehitaman, tekstur yang agak keras dengan permukaan yang tampak mengkilap.

Setelah benih disiapkan, penyemaian benih sawi hijau dapat dilakukan dengan melakukan beberapa tahapan berikut, seperti memulai pembuatan media semai, menabur benih dan melakukan penyiraman.

Polybag dan kotak kayu bisa menjadi media semai dalam menanam sawi hijau, dengan diameter 15 cm.

Selanjutnya, isi polybag dengan kompos, bisa juga dengan tanah humus atau sub oil. Penyemaian biji sawi hijau dilakukan dalam polybag, dan lakukan penyiraman setiap hari sebanyak 2 kali, di pagi dan sore hari. Benih yang tumbuh dengan baik siap ditanam setelah berumur 3-4 minggu.

2. Media Tanam Sawi di Polybag

Gunakan polybag berdiameter 15 cm untu menanam sawi hijau. Buatlah media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam, bisa juga Anda ganti dengan serabut kelapa dengan perbandingan 2:1:1.

Campur aduk bahan-bahan tadi hingga merata dan masukkan ke dalam polybag yang sudah disediakan. Media tanam siap digunakan setelah didiamkan selama 3 hari.

3. Penanaman Sawi Hijau di Polybag atau Tabulampot

Dalam cara menanam sawi di pot, Anda perlu melubangi setiap polybag yang akan dijadikan sebagai media tanam. Pilihlah bibit sawi hijau yang baik, dan masukkan ke dalam lubang yang ada pada polybag dengan ketentuan 3 biji sawi hijau untuk satu lubang.

Bibit sawi hijau dipindah ke lubang tanam secara hati-hati. Setelah selesai, siram sekurang-kurangnya 1 kali dalam sehari. Tambahkan kompos atau pupuk organis jika didapati media tanam kurang subur.

4. Tahap Perawatan

Perhatikan drainase pada media tanam polybag, karena penyiraman dilakukan secara kondisional. Jika cuaca tidak begitu panas maka penyiraman tanaman sawi hijau cukup dilakukan sebanyak 1 kali dalam sehari, bisa pagi saja atau sore hari saja.

Namun jika telah masuk musim penghujan atau curah hujan lebih banyak dari biasanya maka tidak perlu dilakukan penyiraman, cukup dengan mengontrol kelancaran drainase pada polybag tanam.

Atur jarak kerapatan setiap tanaman sawi, jarak yang terlalu rapat mengharuskan Anda melakukan penjarangan yang bisa dilakukan setelah 2 minggu dari penanaman. Setelah tumbuh, lakukan penyulaman tanaman yang mati atau yang terkena gangguan hama dan penyakit dengan tanaman yang baru.

Jalang lupa untuk melakukan penyiangan dari gangguan gulma dan penggemburan tanah. Pupuk Urea sebagai pupuk tambahan dapat diberikan setelah tanaman sawi berumur 21 hari dari masa tanam. Lakukan pemupukan dengan cara dilarutkan sebanyak 5 gram untuk 5 liter air saat penyiraman.

5. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Penanggulangan hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanik, dan usahakan untuk menghindari pemakaian pestisida. Bagi yang tetap menggunakan pestisida, ada baiknya penyemprotan dilakukan 2 minggu sebelum masa panen.

6. Panen Sawi

Musim panen tiba setelah tanaman sawi berumur 40-50 hari dari masa tanam. Tidak sulit memanennya, Anda tinggal mencabur keseluruhan tanaman sawi ataupun dengan cara memotong batangnya. Lalu cuci bersih tanaman sawi dari tanah yang melekat untuk memperanjang kesegarannya.

Demikianlah cara menanam sawi yang bisa kami paparkan dalam tulisan kali ini, semoga bisa menjadi referensi yang baik bagi yang ingin coba memulainya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat mencoba menanam sawi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.