Interaksi Sosial | Pengertian, Bentuk, Syarat, Contoh, Ciri [Lengkap]

Interaksi Sosial – Kita sebagai manusia yang hidup di bumi harus saling tolong menolong. Dimana kita dalam menjalani kehidupan pasti membutuhkan adanya bantuan dari orang lain. Di dalam menjalani suatu hubungan juga diperlukan tindakan-tindakan sosial nyata.

Misalnya seperti senyum terhadap orang lain, berjabat tangan, membantu orang lain, dan masih banyak lagi. Tetapi saat ini perkembanagan teknologi internet yang begitu pesat membuat perubahan budaya dan menjadikan media sosial sebagai suatu kebutuhan utama masyarakat, khususnya bagi masyarakat modern.

Dengan maraknya situs jejaring sosial sebagai media informasi sangat mendikasikan bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk menjaring pertemanan. Inilah yang menjadikan interaksi tanpa tindakan nyata.

Pengertian Interaksi Sosial

interaksi sosial dan pengertiannya

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik dalam masyarakat yang tercipta karena adanya komunikasi anatara individu (satu pihak) dengan individu lainnya (pihak lainnya), atau bisa dengan kelompok sama kelompok. Tanpa adanya interaksi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan di bumi ini.

Apabila terdapat dua orang dan ia saling bertemu, maka interaksi sosial dimulai pada saat itu juga. Seperti mereka melakukan berjabat tangan, ngobrol, berpelukan, berkelahi atau lainnya. Semuanya itu merupakan aktivitas yang dinamakan interaksi sosial.

Walaupun orang-orang tersebut hanya bertemu atau bertatap muka saja tidak saling berbicara atau tidak saling berekspresi tubuh, namun hal tersebut bisa menjadi interaksi sosial.

Pengertian Interasi Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut John Lewis Gillin [1]
“Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok.”

Pengertian Interasi Sosial menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain.

Dari pengertian interaksi sosial menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih. Dan masing-masing orang tersebut terlibat didalamnya memainkan peran dengan aktif.

Dalam interaksi juga tak hanya sekadar hubungan antar pihak-pihak yang terlibat, tapi bisa terjadi saling mempengaruhi.

Syarat Interaksi Sosial

Syarat Interaksi Sosial

Syarat terjadinya sebuah interaksi sosial yaitu terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial.

Kontak sosial

Kata Kontak sendiri berasal dari bahasa lain”con” yang bermakna bersama dan “tango” yang artinya menyentuh. Kontak sosial secara istilah sebuah tindakan yang menimbulkan kesadaran untuk saling berhubungan satu sama lainnya.

Kontak sosial bisa berupa sebuah percakapan, berjabat tangan, berpelukan, bahkan bisa dengan sebuah isyarat. Maka dari itu hbungan fisik secara fisik tidak menjadi sebuah syarat utama terjadinya kontak sosial.

Komunikasi Sosial

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian dari satu pihak terhadap pihak lainnya. Biasanya komunikasi yang sering kita jumpai yaitu dilakukan secara verbal (berbicara) dengan menggunakan cara yang dipahami oleh kedua belah pihak.

Misalnya yaitu menggunakan bahasa dari suatu negara tertentu. Namun, komunikasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat, menunjukan sikap tertentu, ekspresi wajah, dan lain sebagainya.

Yang penting jika informasi yang ingin disampaikan oleh satu pihak bisa diterima dengan baik oleh pihak lainnya. Dengan begitu komunikasi sudah terjadi antara kedua belah pihak tersebut.

Berikut ini lima komponen pokok selama terjadinya komunikasi :

  • Pengirim (sender), pihak yang mengirimkan informasi.
  • Pesan (message), isi atau informasi yang akan disampaikan.
  • Saluran (channel), media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Contohnya ketika terjadi komunikasi verbal maka dibutuhkan media suara.
  • Penerima (receiver), pihak yang menerima pesan.
  • Umpan Balik (Feedback), tanggapan dari penerima terhadap pesan yang dikirim oleh si pengirim.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Inilah ciri-ciri interaksi sosial menurut tim Sosiologi (2002), ada empat antara lain :

  • Jumlah pelakunya lebih dari satu orang.
  • Memiliki maksud dan tujuan yang jelas.
  • Terjadinya kominikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.
  • Dilakukan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.

Bentuk Interaksi Sosial

bentuk interaksi sosial

Bentuk-bentuk interaksi sosial ini terdiri dari Asosiatif dan Disasoatif :

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Kerjasama (Coorperation) adalah suatu usaha bersama anatara individu (seseorang) atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Akomodasi (Accomodation) adalah sebuah proses penyesuaian sosial dalam interaksi anatara individu (seseorang) dan anatara kelompok untuk meredakan sebuah perkelahian atau pertentangan.

Asimilasi (Assimilation) adalah sebuah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak dapat merasakan kebudayaan tunggal sebagai kepemilikan bersama.

Akulturasi (Acculturation) adalah sebuah proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

Contoh Interaksi Asosiatif

interaksi sosial dan contoh

  1. Seorang pedagang dan calon pembeli sedang melakukan tawar menawar untuk mencapai harga yang di sepaki oleh kedua belah pihak (pembeli dan penjual). Ini merupakan pelaksanaan ekonomi yang paling umum terjadi di pasar tradisional.
  2. Anak-anak kelas 4, 5 dan 6 digolongkan sesuai dengan kelas mereka masing-masing saat pergi berwisata untuk menghindari kejadian yang tak di inginkan.
  3. Kepala sekolah menjadi penengah atas kasus siswa yang protes terhadap gurunya.
  4. Toleransi antar umat beragama di Indonesia tanpa mengamati figur status sosial.
  5. Penyelesaian kasus sengketa tanah dengan melalui undang-undang di pengadilan.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Persaingan (Competition) adalah suatu proses sosial yang melibatkan antara individu atau kelompok untuk memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.

Kontroversi merupakan bentuk proses sosial yang berada diantara pertentangan atau perbedaan pendapatan sikap yang biasanya berupa perbedaan terhadap sebuah masalah yang bertentangan dan memiliki dua sisi berlainan yang dapat menimbulkan konflik atau permasalahan.

Pertentangan (Konflik sosial) merupakan proses sosial antara perorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya sebuah perbedaan pendapat dan kepentingan yang sangat mendasar. Sehingga menimbulkan adanya crash atau semacam jurang pemisah diantara mereka.

Contoh Interaksi Disosiatif

  1. Kakak dan akdik sering berkelahi, karena keduanya memiliki selera program TV yang berbeda-beda.
  2. Rosa dan Raisa merupakan siswa kelas VIII yang berganti-ganti menempati posisi ranking satu di klelas mereka.
  3. Pertentangan anatara golongan kaum muda dan golongan kaum tua mengenai kapan proklamasi akan dijalankan sehingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok.
  4. Negara Indonesia tidak terima menjadi negeri yang terjajah, sehingga terjadilah konfrontasi di setiap daerah.
  5. Kekalahan tim sepak bola asal Surabaya membuat suporternya tak terima dan mengkonfrontasi suporter regu sepak bola lawan sehingga terjadi bentrokan.

Contoh Interaksi Sosial

Inilah beberapa contoh interaksi sosial yang terjadi di dalam kehidupan kita.

Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Keluarga

Keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak, yang dimana ini merupakan sebuah kesatuan sosial terkecil. Tetapi terkadang di dalam keluarga terdapat anggota keluarga lain seperti Kakek, Nenek, Paman, Bibi, dan lain sebagainya.

Seorang anak seharusnya mematuhi, mengikuti, dan menghormati anggota keluarga yang umurnya lebih tua atau kedua orang tuanya. Demikian juga dengan yang lebih tua memberikan teladan baik, memberi nasehat, dan menyayangi kep[ada yang lebih muda.

Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah

Kepala Sekolah seharusnya demokratis, terbuka, jujur, adil, kebapakan, dan penuh kekeluargaan. Ia harus menjadi teladan bagi murid, giri, karyawan-karyawannya.

Maisng-masing jabatan mengerjakan fungsi sesuai dangan atatusnya, misalmnya ketua kelas yang mempunyai tanggung jawab terhadap kelas yang di pimpinnya.

Contoh Interaksi Sosial di Masyarakat

Contoh interaksi sosial di masyarakat dapat berlangsung di Jalan, Pasar, Lapangan, Kantor, atau daerah peribadahan. Ini semua tergantung dengan status dan perannya masing-masing dalam masyarakat.

Interaksinya juga bisa mencakup hubungan antara tetangga, warga masyarakat dan warga lainnya. Bentuk Interaksi ini bisa berwujud gotong royong dan kerjasama, dapat juga berupa persaingan, pertentangan, atau kontravensi.

Contoh Interaksi Sosial antara Individu dan Individu

1. Seorang yang mengajari sahabatnya membaca Al-Quran
2. Seorang yang membeli sayur ke pedagang
3. Seorang Ibu yang menyusui anaknya
4. Seorang kakek memberi cokelat kepada cucunya
5. Seorang ayah yang menggendong buah hatinya.

Contoh Interaksi Sosial anatar Individu dan Kelompok

1. Guru dengan Siswanya
2. Khutbah Jumat di masjid
3. Presiden dengan Rakyatnya
4. Komandan dengan Anggotanya
5. Penjual dengan para pembeli

Contoh Interaksi Sosial Kelompok dan Kelompok

1. Para guru dan murid sedang menjalankan reboisasi
2. Polisi dengan TNI saling berkerja sama memberantas penjahat.
3. Pertemuan antara member DPR dengan para demonstran.
4. PMR dan PRAMUKa berkerja sama dalam pemberian bantuan
5. Kategori A dan Kelompok B yang berlaga

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

pengaruh interaksi sosial

Interaksi sosial mempunyai banyak pengaruh terhadap masyarakat termasuk pada pembentukan suatu lembaga sosial. Terbentuknya lembaga sosial juga merupakan pengaruh dari terdapatnya interaksi sosial. Lembaga sosial terbentuk karena terdapat interaksi sosial antara masyarakat. Dan Lembaga sosial membutuhkan kalangsungan hidup masyarakat yang harus di penuhi.

Contoh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial

Untuk menjalin persaudaraan dan menambaha ilmu agama membutuhkan sebuah interaksi anatara masyrakat yang seagama, sehingga membuat terbentuknya sebuah lembaga agama. Misalnya seperti Madrasah, Majlis Agama, atau kelompok ngaji.

Kebutuhan akan kesehatan dan pengobatan kita dikala kita sedang sakit membuthkan adanya intereaksi anatara dokter atau perawat dan pasien sehingga mendorong terbentuknya sebuah lembaga kesehatan. Misalnya seperti Rimah Sakit dan Klinik pengobatan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.