Pengertian Kalimat Efektif, Ciri-ciri dan Contoh [Lengkap]

Kalimat Efektif – Sebenarnya membuat sebuah kalimat bukanlah hal yang sulit bagi teman-teman. Kalimat itu bisa dibuat dengan cara yang mudah dan tidak tidak ribet. Tapi, apakah kalimat yang dibuat itu sudah termasuk kalimat efektif?

Pada dasarnya, sebuah kalimat dapat dibuat dengan klausa yang terdiri dari subjek dan predikat. Atau terkadang bisa ditambah dengan objek, pelengkap, atau keterangan yang diakhiri dengan tanda baca (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).

Salah satu problem seorang penulis pemula adalah dalam pengelolaan kalimat. Mereka terkadang tidak memperdulikan terhadap hal itu. Karena yang diinginkan Cuma menulis dengan sebanyak mungkin kata.

Sebenarnya tidak menjadi masalah dalam hal tersebut, namun akibatnya nanti hasil kalimatnya jadi tidak efektif. Bahkan terkadang sampai salah dalam tata bahasa. Tapi, kalau diniatkan untuk melancarkan gerak tangan dalam menulis sah-sah saja buat penulis pemula.

Menulis bisa dimulai dengan mengetikkan apa yang ada didalam pikiran kita tanpa mengoreksinya kembali. Namun, disini saya akan mengajarkan trik yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang penulis, yaitu tahap editing.

Tahap editing ini sangatlah penting sekali, karena editing ini biasanya tahap terakhir atau finishing sebelum di publish. Dalam tahap ini bisa mengoreksi tata bahasa, tanda baca, atau kalimat-kalimat yang tidak efektif.

Kali ini saya akan memaparkan salah satu tahap editing, yaitu membahas tentang kalimat efektif. Bagi Anda yang belum mengetahui tentang apa itu kalimat efektif, mari simak baik-baik ulasan berikut ini.

Pengertian Kalimat Efektif

pengertian kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah tata bahasa, baik itu ejaan maupun tanda bacanya. Sehingga kalimat tersebut mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya.

Selain itu, kalimat efektif juga dapat menyampaikan gagasan-gagasan atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis, atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa. Salah satu faktor yang dijadikan penanda untuk melihat efektivitas suatu kalimat. Penanda tersebut adalah ketersampaikan pesan penulis atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.

Jika pesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar sama dengan yang ditulis oleh penulis maupun yang dibicarakan oleh pembicara. Maka kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat efektif.

Kesalahan yang sering menyebabkan kalimat tidak efektif adalah penggunaan kata-kata yang keterangan atau penjelasan bermakna ganda. Kata-kata yang menimbulkan makna ganda, seringkali menyebabkan pembaca atau pendengar kebingungan. Bahkan sampai salah paham atas yang disampaikan oleh penulis atau pembicara.

Maka dari itu, kalimat efektif biasanya menghindari penggunaan kata-kata yang bisa menimbulkan makna ganda atau biasanya disebut ambigu. Dalam membuat kalimat efektif gunakanlah kata-kata yang jelas dan logis. Sehingga proses penyampaian dan penerimaan gagasan berlangsung dengan sempurna.

Syarat-syarat Kalimat Efektif

syarat kalimat efektif

1. Sesuai dengan kaidah bahasa dan ejaan (EYD)

Sebuah kalimat efektif harus menggunakan ejaan atau tanda baca yang tepat dengan kaidah bahasa. Kata baku seharusnya menjadi perhatian tersendiri, agar tidak sampai kata yang Anda tulis ternyata tidak tepat dengan EYD.

2. Logis

Kalimat efektif merupakan kalimat yang bisa diterima dengan akal sehat dan bisa dipahami dengan baik. Sebaliknya, jika kalimat tersebut tidak dapat diterima atau tidak jelas, maka kalimat tersebut adalah kalimat tidak efektif.

Perhatikan kalimat berikut ini!

“Waktu dan tempat kami persilakan”

Kalimat tersebut tidak efektif dan tidak bisa diterima oleh akal sehat. Bagaimana bisa waktu dan tempat di persilakan, bukan pembicara. Yang dimaksud kalimat tersebut bukanlah waktu dan tempat di persilakan, tetapi bapak asep yang di persilakan.

Seharusnya kalimat tersebut adalah sebagai berikut :

“Kepada Bapak Asep, kami persilakan”

3. Tidak ambigu

Kalimat yang mempunyai makna lebih dari satu disebut dengan kalimat yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan kalimat tersebut tidak bisa menyampaikan maksud atau ide yang sebenarnya kepada para pembaca dan pendengar.

Perhatikan kalimat berikut!

“Para siswa baru mengikuti kegiatan pesantren kilat disekolah”

Kalimat tersebut ambigu karena mempunyai dua makna yang dihasilkan, yaitu apakah murid baru yang mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah. ataukah para murid baru saja mengikuti kegiatan tersebut.

Seharusnya kalimat tersebut adalah sebagai berikut :

“Para siswa baru saja mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah”

4. Hemat kata

Suatu kalimat dapat dikatakan efektif, apabila tidak ada pemborosan atau penambahan kata yang tidak perlu ditambah. Tanpa kita sadari, kita sering kali menggunakan kata-kata tersebut. Supaya jumlah kata-katanya menjadi banyak, tapi hal ini terkadang menjadi sulit dipahami kalimatnya.

5. Ketegasan topik

Kalimat akan menjadi efektif apabila kalimat tersebut memiliki kejelasan pada kalimat utamanya. Dengan kata lain, ide pokok utama yang harus disampaikan harus jelas dan lugas.

Perhatikan kalimat berikut ini !

“Dia yang bertanggung jawab dengan semua ini!”

Kalimat diatas seharusnya menggunakan kata imbuhan –lah. Sehingga ide utamanya bisa lebih tepat tersampaikan. Jadi lebih tepatnya kalimat itu, ditulis sebagai berikut :

“Dialah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini”

Ciri-ciri Kalimat Efektif

ciri-ciri kalimat efektif

Dalam membuat kalimat efektif tidaklah sulit, asalkan sudah memahami ciri-cirinya. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat efektif :

1. Kesepadanan

Kesapadanan merupakan keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan. Kesepadanan kalimat bisa terlihat dari kesatuan pokok pikiran suatu kalimat yang kompak dan kesepadanan pikiran yang baik.

Ciri-ciri kesapadanan struktur suatu kalimat adalah sebagai berikut :

a. Kalimat tersebut harus mempunyai subjek dan predikat yang jelas.
b. Tidak terdapat subjek yang ganda.
c. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal.
d. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata penghubung yang.

Contoh :

  • Dalam musyawarah itumenghasilkan lima keputusan (salah)
  • Musyawarah itu menghasilkan lima keputusan (benar)
  • Di Sekolah kami mengadakan lomba baca puisi (salah)
  • Sekolah kami mengadakan lomba baca puisi (benar)

2. Kesajajaran

Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat tersebut. Jika bentuk pertama memakai verba, yang kedua juga harus memakai verba. Dan apabila kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat selanjutnya juga harus menggunkan kata kerja berimbuhan me-.

Contoh :

  • Bapak menolong anak itu dengan dipapahnya kepinggir jalan (salah)
  • Bapak menolong anak itu dengan memapahnya kepinggir jalan (benar)

3. Ketegasan

penegasan kalimat efektif

Ketegasan merupakan suatu perlakuan, penekanan, atau penonjolan terhadap suatu ide pokok dari suatu kalimat. Untuk membuat penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara yang harus dilakukan, yaitu :

a. Meletakkan ide pokok itu didepan kalimat

Contoh :

  • Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan pada kesempatan lain (salah)
  • Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini (benar)

b. Membuat rangkaian kata yang bertahap

Contoh :

  • Tidsak seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak yatim (salah)
  • Tidak seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak yatim (benar)

c. melakukan pengulangan kata (repetisi)

contoh : cerita itu benar-benar menari, cerita itu sangat mengharukan

d. melakukan pertentangan terhadap ide pokok

contoh : Anak itu nakal, tetapi baik

e. menggunkan partikel penegasan, seperti partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh : dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?

4. Kecermatan

Kecermatan adalah tidak menggunakan kata yang mempunyai banyak makna atau tafsiran ganda, dan tepat dalam pilihan kata.

Contoh :

  • Siswa kelas 6 yang terkenal itu menerima hadiah (salah)
  • Siswa yang terkenal di kelas 6 itu menerima hadiah (benar)

5. Kehematan

Kehematan adalah menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain dengan yang wajar dan perlu saja. Namun, perlu diingat bahwa tidak menyalahi dengan kaidah tata bahasa. Penggunaan kata yang berlebihan akan merusak maksud kalimat.

Yang harus diperhatikan dalam penghematan kata, yaitu :

  • Menghilangkan pengulangan subjek.
  • Menghindari penggunaan kata yang menunjukkan nama taksonomi dan anggotanya.
  • Menghindari sinonim dalam satu kalimat
  • Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh :

  • Dia memakai topi warna putih (salah)
  • Dia memakai topi putih (benar)

6. Kepaduan

Kepaduan adalah menggunkan gabungan kata supaya informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah dan bisa dipahami.

Yang harus diperhatikan dalam kepaduan kalimat, yaitu :

  • Kalimat tidak berkepanjangan dan kagak mencerminkan cara berpikir yang bukan simetris.
  • Kalimat menggunkan bentuk aspek, agen, verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif pesona.
  • Kalimat tidak harus menyelipkan kata seperti dari pada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh :

  • Makalah ini membahas tentang desain interior pada rumah adat (salah).
  • Makalah ini membahas desain interior pada rumah adat (benar).

7. Kelogisan

Kelogisan bisa disebut juga dengan masuk akal atau bisa diterima oleh akal sehat. Maksud kelogisan dalam kalimat efektif adalah kalimat itu dapat dengan mudah dipahami, dan penulisannya sesuai dengan EYD.

Contoh :

  • Saya mengajar mata kuliah Jurnalistik di kampus (salah).
  • Saya mengajarkan mata kuliah Jurnalistik di kampus (benar).

Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

contoh kalimat efektif

1. Hadirin di persilakan menempati tempat yang telah di sediakan. (kalimat tidak efektif)
Hadirin di persilakan menempati tempat yang telah di sediakan. (kalimat efektif)

2. Saya dilahirkan pada bulan pebruari. (kalimat tidak efektif)
Saya dilahirkan pada bulan Februari. (Kalimat efektif)

3. Kepada bapak camat waktu dan tempat kami persilakan. (Kalimat tidak efektif)
Bapak camat kami persilakan. (Kalimat efektif)

4. Semua orang tau bahwa dia yang mencuri kalung itu. (Kalimat tidak efektif)
Semua orang tahu bahwa dia yang mencuri kalung itu. (Kalimat efektif)

5. Mobil yang diparkir yang diujung itu milik ayahku. (Kalimat tidak efektif)
Mobil yang diparkir di ujung itu milik ayahku. (Kalimat efektif)

6. Banyak juga yang menyangka kalau dia itu seorang pahlawan. (Kalimat tidak efektif)
Banyak juga yang menyangka bahwa dia seorang pahlawan. (Kalimat efektif)

7. Guru-guru sudah pada hadir di rapat itu. (Kalimat tidak efektif)
Guru-guru sudah hadir di rapat itu. (Kalimat efektif)

8. Budi tidak masuk hari ini. Jangan-jangan dia sedang sakit. (Kalimat tidak efektif)
Budi tidak masuk hari ini. Mungkin dia sedang sakit. (Kalimat efektif)

9. Kejadian kemarin sore itu membuat aku benar-benar menyesal. (Kalimat tidak efektif)
Sungguh aku sangat menyesal atas kejadian kemarin sore. (Kalimat efektif)

10. Kemarin banyak para karyawan yang melakukan demonstrasi. (Kalimat tidak efektif)
Kemarin banyak karyawan yang melakukan demonstrasi. (Kalimat efektif)

11. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan. (Kalimat tidak efektif)
Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. (Kalimat efektif)

12. Motor yang di parkir yang di ujung itu miliknya. (Kalimat tidak efektif)
Motor yang di parkir di ujung itu miliknya. (Kalimat efektif)

13. Melakukan tindakan baik kepada orang lain adalah merupakan perbuatan terpuji. (Kalimat tidak efektif)
Melakukan tindakan baik kepada orang lain merupakan perbuatan terpuji. (Kalimat efektif)

14. Banyak beragam macam jenis-jenis bunga yang di perjual belikan di rumah Raisa. (Kalimat tidak efektif)
Banyak macam jenis bunga yang di perjual belikan di rumah Raisa. (Kalimat efektif)

15. Nadia setiap hari belajar dari pagi hingga tengah malam. (Kalimat tidak efektif)
Nadia setiap hari belajar dari pagi sampai tengah malam. (Kalimat efektif)

16. Penjahat itu bertobat setélah menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya. (Kalimat tidak efektif)
Penjahat itu bertobat setelah menyadari kesalahannya. (Kalimat efektif)

17. Hanya ini saja yang dapat kuberikan kepadamu. (Kalimat tidak efektif)
Hanya ini yang dapat kuberikan padamu. (Kalimat efektif)

18. Atas perhatiannya saya.mengucapkan terima kasih. (Kalimat tidak efektif)
Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasaih. (Kalimat efektif)

19. Motor yang diparkir yang di ujung itu miliknya. (Kalimat tidak efektif)
Motor yang di parkir di ujung itu miliknya. (Kalimat efektif)

20. Banyak juga yang mengira kalau dia itu seorang konglomerat. (Kalimat tidak efektif)
Banyak juga yang mengira bahwa dia seorang konglomerat. (Kalimat efektif)

21. Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (Kalimat tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (Kalimat efektif)

22. Bapak menolong anak itu dengan dipapahnya ke tepi jalur. (Kalimat tidak efektif)
Bapak menolong anak itu memapahnya ke tepi jalur. (Kalimat efektif)

23. Buku itu sudah dibaca oleh saya. (Kalimat tidak efektif)
Buku itu sudah saya baca. (Kalimat efektif)

24. Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh. (Kalimat tidak efektif)
Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh. (Kalimat efektif)

25. Kesehatannya telah pulih kembali. (Kalimat tidak efektif)
Kesehatannya telah pulih. (Kalimat efektif)

Nah, itulah penjelasan mengenai Kalimat Efektif, dari mulai pengertian, syarat-syarat, ciri-ciri, dan contoh. Semoga dapat menambah ilmu bagi kita semua dan bisa menjadikan menulis lebih baik lagi.

8 thoughts on “Pengertian Kalimat Efektif, Ciri-ciri dan Contoh [Lengkap]”

  1. Kalau kalimat “Yang sudah selesai mengerjakan soal harap dikumpulkan”
    Ini kan tidak efektif, trs efektifnya kyk gmn?

  2. Sebelumnya terima kasih kepada penulis blog ini, dalam penyampaian materi dan teori sangat bermanfaat sebagai salah satu sumber referensi. Namun saya menemukan beberapa kejanggalan.. Syarat dan ciri kalimat utama adalah sesuai dengan ejaan dan tata kaidah.. Maaf, tapi dalam berbagai tulisan untuk contoh dalam postingan ini masih banyak ditemukan kesalahan penulisan “di” sebagai kata depan dan “di” sebagai awalan. “di” sebagai awalan seharusnya ditulis serangkai, berbeda dengan “di” sebagai kata depan yang seharusnya ditulis terpisah. Dengan begitu, dalam postingan contoh kalimat efektif justru menjadi kalimat tidak efektif.
    Contoh yang saya temukan:
    Namun, “disini” saya akan mengajarkan trik yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang penulis, yaitu tahap editing.
    Hadirin “di persilahkan” menempati tempat yang telah di sediakan. (kalimat tidak efektif)
    Hadirin “di persilakan” menempati tempat yang telah di sediakan. (kalimat efektif)

    2. Saya “di lahirkan” pada bulan pebruari. (kalimat tidak efektif)
    Saya “di lahirkan” pada bulan Februari. (Kalimat efektif)
    Saya bukan bermaksud menggurui, saya juga masih banyak belajar. Hanya ingin berbagi, seandainya ada murid saya yang mengakses blog ini tidak kebingungan dengan apa yang telah diajarkan di kelas, saat membaca PEUBI, maupun saat sedang belajar mandiri dengan mengakses blog ini.

    Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih.

  3. Kalimat yang benar itu…,

    “Saya dilahirkan pada bulan Februari”

    Di sebagai awalan, jadi digabung

  4. Terimakasih bermanfaat sekali, saya harus banyak belajar lagi untuk membuat kalimat yang efektif, seringkali saya membuat kalimat yang ternyata bertele-tele.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.