25+ Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Sejarah Perkembangannya

Kerajaan Islam di Indonesia – Agama Islam masuk di kerajaan-kerajaan Indonesia pada abad ke-13. Pada masa itu kerajaan Sriwijaya sedang mengalami kemunduran, salah satu penyebabnya karena tidak ada seorang tokoh yang berwibawa untuk mempin kerajaan.

Sejarah adalah sebuah wujud bentuk disiplinnya suatu ilmu yang sangat penting untuk kita pelajari dan pahami. Salah satunya sejarah yang perlu dipelajari yaitu tentang perkembangan kerajaan Islam di Indonesia.

Sebelum berkembangnya kerajaan Islam di Indonesia, banyak sekali teori yang bermunculan mengenai bagaimana masuknya dan berkembangnya agama Islam di Indonesia. Teori-teori itu adalah seperti teori Gujarat, teori Mekkah, dan teori Persia.

Teori-teori tersebut saling berbeda pendapat mengenai kapan, dan siapa yang membawa Agama Islam masuk ke Indonesia. Tapi, dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan terhadap sebuah persamaan menganai sejarah agama Islam di Indonesia.

Nah, dari sinilah, kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia mulai bermunculan dan memanfaatkan situasi yang lagi hancur dan henting dari kerajaan Hindu-Buddha.

Perkembangan kerajaan Islam di Indonesia dimulai dari wilayah Selat Malaka. Dari situlah kemudian diawali munculnya kerajaan Perlak. Setelah itu kerajaan tersebut berkembang dengan pesat dan lebih maju serta mendorong kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia lainnya. Misalnya seperti kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Aceh, dan lain sebagainya.

Kerajaan Aceh berkembang dengan cepat dan pesat setelah kerajaan malaka dikalahkan oleh Portugis pada tahun 1511. Sesudah itu di Pulau Jawa muncul kerajaan Demak, ini merupakan kerajaan Islam di Indonesia yang pertama kali di wilayah Pulau Jawa. Kerajaan tersebut di pimpin dengan raja pertamanya yaitu Raden Patah saat tahun (1500 – 1518).

Dalam penyebaran agama Islam di Indonesia berasal dari beberapa negara, yaitu Arab, Persia, dan Gujarat. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah kerajaan Islam di Indonesia, sebagai berikut :

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia

kerajaan Islam di Indonesia

Perkembangan agama Islam sangat cepat meluas kedaerah-daerah pesisir, karena para penduduk disana memiliki hubungan dagang antara pedagang islam dan pedagang Indonesia. Cara berdakwah, para pedagang Islam dari Gujarat tersebut menggunakan metode yang bijaksana dan tidak ada unsur paksaan atau kekerasaan.

Maka dari itu, banyak pedagang ataupun penduduk pesisir yang masa itu tertarik dengan agama Islam, sehingga mereka ingin masuk ke agama Islam. Selain itu, penyebab para pedagang maupun penduduk ingin masuk islam adalah ajaran Islam tidak mengenal kasta maupun jabatan atau kedudukan. Yang membedakan hanyalah iman dan taqwanya kepada Allah SWT.

Karena banyaknya penduduk yang masuk agama Islam semakin mendorong munculnya banyak kerajaan Islam di Nusantara.

Kerajaan Islam di Jawa

Kerajaan Islam di Indonesia Pulau Jawa

Masuk dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa terjadi karena peran dari Walisongo yang sudah mulai berdakwah sejak awal abad 14 M. Sejak saat itu, perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat. Dan menguasai daerah-daerah yang berada di Pulau Jawa. Perkembangan agama Hindu dan Buddha yang sejak dahulu ada, terkalahkan dengan masuknya Islam.

Perkembangan budaya Islam di buktika dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Dimana yang sampai sekarang masih ada wujudnya, baik itu bangunan-bangunan ataupun benda-benda peninggalan.

Kerajaan Demak (1475-1554)

kerajaan islam di Indonesia Demak

Kerajaan Demak merupakan sebuah kerajaan Islam yang terbesar dan pertama di pesisir Pantura (Pantai Utara Jawa). Sebelumnya, kerajaan ini masuk dalam kerajaan Majapahit. Setelah masa kemunduran kerajaan Majapahit dan datang agama Islam, kesultanan ini menjadikan sebuah pusat pentebaran agama Islam di Nusantara.

Bukti adanya peninggalan kerajaan Islam di Demak salah satunya adalah berdirinya Masjid Agung Demak. Masjid tersebut merupakan sebuah warisan dan peninggalan dari walisongo (ulama penyebar agama Islam di Jawa).

Kesultanan Banten (1524-1813)

kerajaan islam di Indonesia Banten

Pada abad ke 16 sampai 19 masehi kesultanan Banten berdiri. Berdirinya kerajaan ini setelah kerajaan Demak mempeluas kekuasaannya sampai pesisir barat Jawa. Pada masa itu Maulana Hasanuddin yang merupakan putra dari Sunan Gunung Jati adalh orang yang sangt berjasa dalam penaklukan kekuasaan itu.

Keberhasilan penaklukan kawasan ini dibuktikan dengan berdirinya benteng surosowan. Dimana yang sampai saat ini wujudnya masih dapat dilihat sebagai salah satu peninggalan kerajaan Banten.

Kesultanan Cirebon (1430-1666)

kerajaan islam di Indonesia

Kesultanan cirebon adalh sebuah kerajaan Islam di jawa, yang berdiri pada abad ke 15 -16 Masehi. Letak kerajaan ini berada di pesisir pantai utara jawa (Pantura), dan menjadi sebuah daerah pembatas pelayaran anatara wilayah pelabuhan jawa barat dan jawa tengah.

Selain banten dan demak, kerajaan ini juga diyakini memegang peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Bukti dari itu adalah kerajaan cirebon pernah dipimpin oleh Sunan Gunung Jati yang menjadi sultan cirebon II.

Selengkapnya : Baca 7 Kerajaan Islam di Jawa, Peninggalannya dan Sejarah Perkembangannya

Kerajaan Islam di Sumatera

Kerajaan Islam di Indonesia pulau Sumatera

Bukti dari masuknya dan berkembangnya Islam di sumatera yaitu dengan adanya bangunan-bangunan Masjid, Makam, dan lain sebagainaya. Sedangkan bukti tertulisnya tentang adanya masyarakat Islam di Indonesia tidak ditemukan sampai abad ke 4 atau 10 Masehi.

Setelah ditemukan buktinya pada abad ke 10 M, yang berupa Makam Malik As Shaleh yang berada di Meunahasah Beringin Kabupaten Aceh Utara pada abad ke 13 M. Selain itu juga ditemukan Makam seorang wanita yang bernama Tuhar Amisuri di Barus. Berikut ini penjelasan mengenai sejarah masuknya dan perkembangan agama Islam di Sumatera :

Kerajaan Perlak

Kerajaan ini adalah kerajaan yang pertama kali di Indonesia, yang berdiri pada abad ke 3 H (9 M). Kerajaan Perlak didirikan oleh Sayid Abdul Aziz (raja pertama Kerajaan Perlak) dengan gelar Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah.

Selengkapnya: Baca 7 Kerajaan Islam di Sumatera Beserta Penjelasan Perkembangan dan Gambar

Kerajaan Islam di Sulawesi dan Maluku

kerajaan Islam di Indonesia pulau Sulawesi dan Maluku

Masuknya agama Islam di Sulawesi tidak lepas dari kerajaan-kerajaan yang berada di Sulawesi. Bisa dikatakan bahwa kerajaan itu maju dan berkembang jika rakyat itu sejahtera dan hidup nyaman serta damai.

Jika rajanya sudah menetapkan atau menentukan, maka biasanya rakyatnya juga patuh dengan rajanya. . Kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi antara lain yaitu Bone, Luwu, Soppeng, Gowa, Tallo, dan Wojo. Sebenarnya kerajaan-kerajan tersebut pada awalnya bercorak Hindu.

Tapi, setelah kerajaan Gowa dan Tallo mengikuti ajaran Islam, kerajaan-kerajaan lainnya yang berada di Sulawesi jaga ikut memeluk agama Islam. Jadi kerajaan Gowa dan Tallo mempunyai peran sangat penting dalam penyebaran Islam di Sulawesi.

Selengkapnya: Baca 7 Kerajaan Islam di Sulawesi dan Maluku Beserta Sejarah Perkembanganya

Kerajaan Islam di Papua

Kerajaan Islam di Indonesia Pulau Papua

Selain di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Maluku, Agama Islam juga menyebar sampai di tanah Papua. Di pulau Papua terdapat empat kerajaan Islam yang pada awalnya ada seorang pedagang bugis menyebarkan ajaran Islam di Papua.
Berikut ini empat kerajaan Islam yang berada di Papua, yaitu :

  1. Kerajaan Waigeo, dengan Wewayai sebagai pusat kekuasaannya, pulau Waigeo.
  2. Kerajaan Salawati, dengan Samate sebagai pusat kekuasaannya, pulau Salawati Utara.
  3. Kerajaan Sailolof, dengan Sailolof sebagai pusat kekuasaannya, pulau Salawati Selatan.
  4. Kerajaan Misool, dengan Lilinta sebagai pusat kekuasaan, pulau Misol. Penguasa Kerajaan Misol atau Lilinta (sejak abad ke-16 bawahan kerajaan Bacan).

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai kerajaan Islam di Indonesia. Semoga dengan adanya artikel kali ini bisa menambah pengetahuan kita tentang kerajaan Islam di Indonesia.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.