Peristiwa Rengasdengklok | Sejarah, Latar Belakang, Kronologis, Dan Tujuan [Lengkap]

Peristiwa Rengasdengklok – Sejarah merupakan hal penting yang tidak boleh di lupakan begitu saja, karena memang sejarah merupakan bagian penting awal mula dari sebuah kesuksesan. Dan salah satu hal yang berperan penting atau sejarah dari negara Indonesia yaitu perisitiwa rengasdengklok.

Tapi sangat disayangkan sekali saat ini banyak anak muda yang sudah melupakan sejarah tersebut. Padahal pengetahuan akan sejarah sangat dibutuhkan sekali dalam menumbuhkan sifat nasionalisme.

Dengan tumbuhnya sifat cinta tanah air atau nasionalisme, tentunya akan membantu jiwa muda memiliki kesadaran hukum yang tinggi, sehingga akan menghindari peristiwa atau kejadian-kejadian yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai peristiwa rengasdengklok singkat. Dan bagi anda yang sudah mulai lupa akan sejarah ini, maka anda perlu menyimak pembahasan berikut ini dengan baik.

Sejarah, Latar Belakang, Kronologis, Dan Tujuan Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Rengasdengklok

peristiwa rengasdengklok terjadi karena

Pada awalnya faktor peristiwa rengasdengklok terjadi karena adanya suatu perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua mengenai kapan dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kejadian ini tepatnya berlangsung pada tanggal 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum negara Indonesia menyatakan proklamasi, dimana pada hari tersebut golongan muda membawa Ir.Soekarno dan Drs. Moh.Hatta ke rengasdengklok untuk menghindari terjadinya intervensi dari pihak luar.

Tempat ini di pilih untuk membawa Soekarno – Hatta karena di anggap sudah jauh dari jalan raya Jakarta-Cirebon, sehingga akan menghindari terjadinya intervensi dari luar. Selain itu pemilihan tempat ini juga di landasi untuk menjaga dan mengawasi tentara Jepang yang mau datang ke rengasdengklok baik dari arah Bandung maupun arah jakarta. Dengan begitu tempat ini sangat aman sekali untuk membawa Soekarno – Hatta.

Selama seharian penuh Soekarnao-Hatta di tempat tersebut tanpa adanya gangguan dari pihak luar termasuk tentara Jepang. Dimana para golongan muda menutut pemimpin banga agar dengan cepat menyatakan proklamasi tanpa harus menunggu kejelasan dari Jepang.

Dan pada peristiwa tersebut kedua pemimpin tersebut tetap memiliki kewibawaan, sehingga akan sangat di segani oleh kaum muda, dan enggan melakukan pendekatan maupun penekanan terhadap pemimpin bangsa.

Untuk menyukseskan pendapatnya golongan muda mengutus Shodanco Singgih untuk berbicara langsung dengan Soekarno, dan hasilnya pun terbilang sangat memuaskan. Dimana Soekarno menyetujui pendapat tersebut dan menjanjikan bahwa proklamasi akan di laksanakan setelah beliau kembali ke Jakarta.

Mendengar ucapan Soekarni Shodanco Singgih langsung meluncur ke Jakarta untuk memberitakan apa yang telah di sampaikan oleh Soekarno.

Dan pada hari yang sama di Jakarta telah dilakukan perundingan antara golongan muda dengan golongan tua yang diwakili oleh Achmad Subardjo dari golongan tua, dan Wikana dari golongan muda. Dimana mereka telah menyepakati bahwa proklamasi akan di lakukan di Jakarta.

Selain itu Laksamana Tadashi Maeda juga ikut berperan penting, karena beliau menjadikan kediamannya sebagai tempat perundingan bahkan beliau juga menjamin keselamatan dari pemimpin bangsa Indonesia.

Akhir atau Ending Peristiwa Rengasdengklok

peristiwa rengasdengklok mempunyai makna

Setelah dilakukanya perundingan tersebut antara golongan muda dan golongan tua di kediaman Laksamana Tadashi Maeda membuat golongan muda sedikit mereda. Dimana Jusuf Kunto bersedia untuk mengatntarkan Achmad Subardjo serta sekertaris pribadinya untuk menjemput Soekarno-Hatta ke rengasdengklok.

Sebelum berangkan Achamd Subardjo telah mempertaruhkan nyawanya sebagai jaminan bahwa proklamasi akan di langsungkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan adanya jaminan tersebut membuat golongan muda merelakan Soekarno-Hatta untuk kembali lagi ke Jakarta. Dimana pada saat itu yang mengambil komandi golongan muda yaitu Peta Cudanco Subeno menyetujui jaminan dari Achmad Subardjo mengenai proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Hal ini pun terbukti dengan lahirnya negara Indonesia yang telah resmi di proklamasikan pada tanggah 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

peristiwa rengasdengklok dilatarbelakangi oleh

Yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa ini yaitu pada saat itu Soekarno-Hatta menginginkan bahwa proklamasi dilakukan melalui PPKI, tapi di sisi lain golongan pemuda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa harus menunggu kejelasan dari PPKI yang di anggap sebagai lembaga bentukan Jepang.

Karena yang dikhawatirkan dari golongan pemuda yaitu pemimpin bangsa akan terpengaruh oleh pemerintahan Jepang.

Karena memang perjuangan dari pemuda Indonesia saat itu untuk memperjuangkan kemerdakaan cukup berat, dengan kata lain golongan pemuda tidak ingin hasil perjuangan tersebut di anggap sia-sia, dan menjadikan kemerdekaan seolah-olah merupakan pemberian dari Jepang.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi sudah dilakukan perundingan, dan hasil perundingan tersebut disampaikan langsung ke Soekarno, tapi Soekarno menolak pendapat tersebut karena merasa bertanggung jawab sebagai Ketua PPKI. Hal inilah yang memicu dan melatarbelakangi terjadinya peristiwa rengasdengklok 16 Agustus 1945.

Kronologis Peristiwa Rengasdengklok

peristiwa rengasdengklok lengkap

Setelah mengemban amanah dari golongan pemuda, Shodanco Singgih mulai bergerak pada pukul 03.00 WIB. Dimana ia meminta Soekaro agar bersedia ikut kemana para pemuda akan pergi pada pagi harinnya.

Hal tersebut mendapat respon positif dari Soekarno, dimana beliau bersedia asalkan Fatmawati dan Guntur ikut serta dibawa. Setelah menyetujui syarat dari Ir.Soekarno, mereka langsung bergegas menuju ke lokasi yang sudah di tetapkan oleh golongan pemuda atau menuju daerah Rengasdengklok.

Dimana daerah ini ditetapkan sebagai lokasi peristiwa rengasdengklok yang sangat bersejarah. Pengawalan ketat selama perjalanan tetap dilakukan leh PETA atau Pembela Tanah Air agar mereka bisa selamat sampai ke tujuan yang sudah ditentukan.

Setelah tiba di Rengasdengklok para tawanan tersebut di letakan dirumah Djiaw Kie Song yang merupakan keturunan Tionghoa. Walaupun merupakan keturunan Tionghoa, Song hanyalah petani kecil yang kebetulan letak rumahnya sangat strategis untuk membawa tawanan.

Walaupun sudah menjadi tawanan golongan pemuda, pada saat itu Soekarno-Hatta tetap kukuh dengan pendirian awalnya. Hal inilah yang membuat banyak pemuda gregetan setelah melakukan pengawalan ketat ke Rengasdengklok untuk berdiskuis dengan lapang dan bisa ditekan tanpa harus menyakiti.

Tapi hasil dari diskusi tersebut masih gagal, walaupun begitu golongan pemuda tetap kokoh dengan pendapatnya dan terus mencari cara agar kedua pemimpin tersebut menyetujui pendapatnya.

Hal tersebut menemui titik terang setelah diadakannya perundingan antara golongan muda dan tua di Jakarta, dimana pada saat itu Achmad Subarjo telah menjaminkan nyawanya sebagai taruhan bahwa proklamasi akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah berhasil membawa pulang Soekarno-Hatta dari Rengasdengklok ke jakarta, janji dari Achamd Subarjo pun terbukti. Dimana bisa kita lihat proklmasi kemerdekaan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tujuan Peristiwa Rengasdengklok

peristiwa rengasdengklok sampai proklamasi

Golongan pemuda tidak hanya bergerak tanpa memiliki tujuan, dimana peristiwa ini juga memiliki tujuan yaitu sebagai berikut :

• Mencegah Soekarno-Hatta agar tidak terpengaruh terhadap Jepang.
• Mendesak kedua pemimpin tersebut agar dengan cepat melakukan proklamasi kemerdekaan, tanpa harus menunggu janji dari PPKI atau pemerintahan jepang.
• Hasil perjuangan dari golongan muda akan tetap di kenang dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Nah itulah beberapa informasi mengenai peristiwa rengasdengklok, semoga informasi yang kami sampaikan diatas bisa bermanfaat untuk anda. Dengan adanya informasi tersebut diharapkan bisa menambah pengetahuan anda akan sejarah dan tidak melupakan sejarah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.