Cara Membuat dan Merawat Tanaman Buah Dalam Pot [Tabulampot]

Tanaman Buah Dalam Pot – Tanaman buah adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki daya tarik tersendiri, untuk dibudidayakan di rumah. Selain fungsinya sebagai perindang atau juga dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi.

Mungkin untuk masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah pedesaan, menanam tanaman buah di rumah tidak menjadi kendal. Karena pekarangan di pedesaan masih cukup luas dan udaranya masih segar maupun sejuk.

Berbeda lagi dengan orang yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan. Yang tidak memiliki pekarangan atau halaman yang cukup luas untuk menanam tanaman buah. Sehingga sangat sulit untuk menanam tanaman buah dirumah.

Dahulu menanam buah di perkarangan atau halaman untuk rumah yang hanya memiki halaman yang sempit memang menjadi kendala. Tapi saat ini penghalang itu sudah hilang dengan munculnya inovasi terbaru dari orang-orang yang kreatif.

Inovasi tersebut adalah tabulampot atau tanaman buah dalam pot. Dengan memanfaatkan media pot untuk menanam tanaman buah akan lebih efektif dan efesien, dalam pemanfaatan lahan pekaranagan.

Jangan menyerah dulu bagi orang yang tidak memiliki halaman atau pekarangan. Jika kamu berkeinginan untuk menanam tanaman buah di rumah. Karena di artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaiman menanam tanaman buah dalam pot atau polybag.

Teknik untuk menanam buah dalam pot tidaklah sulit hanya saja perlu perawatan ekstra. Karena media tanam lebih kecil. Maka dari itu diperlukan ketelaten dan kedisiplinan agar tanaman buah dapat tumbuh subur dan cepat berbuah.

Tanaman buah dalam pot saat ini sudah populer dikalangan masyarakat luas. Oleh itu, untuk mendapatkan bibit yang sudah siap tanam tidaklah sulit. Karena sudah sangat banyak yang menjual di pasar atau di toko bibit pertanian.

Cara memlih bibit tanaman buah

tamanpratama

Bibit yang dijual dipasaran sekarang ini sudah banyak yang memiliki kualitas unggulan. Jadi jangan heran dan ragu dengan harganya yang sedikit agak mahal. Namun keuntungan yang anda dapatkan jauh lebih banyak. Ketimbang membeli bibit dengan kualitas yang biasa-biasa saja.

Teknik pemilihan bibit untuk tanaman buah dalam pot relatif sama dengan pemilihan bibit pada umumnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah menyesuaikan kondisi tumbuh tanaman. Apabila anda memilih tanaman apel yang hidupnya berada didataran tinggi, tapi anda bertempat tinggal di dataran rendah.

Maka yang terjadi tanaman buah apel yang anda tanam akan sulit berbuah. Jadi kamu harus memilih bibit tanaman buah yang sesuai dengan suhu udara dan karakteristik di tempat tinggal anda.

Jenis tanaman buah dalam pot

1. Tabulampot semangka

Tanaman buah semangka merupakan tanaman satu musim dan tergolong tanaman merambat hingga mencpai 3 – 4 meter. Memiliki batang lunak, bersegi, berambut dan panajang mencapai 1 – 5 meter. Daun semangka ini berseling, bertangkai dan memiliki bulu.

Untuk menanamnya didalam pot atau polybag, jangan lupa menambahkan kayu rambatan. Sehingga tanaman semangka ini tidak menjulur hingga kebawah pot dan tak menyebar kemana-mana.

Walaupun buah semangka ini cukup besar, namun dengan pot berukuran 50 cm untuk satu tanaman. Bisa dikatakan sudah ideal untuk menumbuhkan semangka. Sering-seringlah menyiram tanaman semangka, karena air sangat dibutuhkan dalam perkembangan dan pertumbuhan buahnya.

2. Tabulampot Anggur

Tanaman anggur yang tumbuh seperti semangka yaitu dengan cara merambat, juga ternyata cocok ditanam di dalam pot. Terutama jenis anggur Isabella, Belgia, Alphonso Lavalle, dan Anggur Probolinggo Biru. Namun untuk menanam anggur Anda harus memperhatikan iklim dan cuaca di lingkungan tempat tinggal Anda.

Anggur hanya bisa tumbuh baik di daerah yang cenderung lembab udara antara 75% – 80%, dengan temperatur yang dingin. Selain itu, sinar matahari juga harus cukup untuk membuatnya berbuah lebih lebat. Anggur yang baru akan menghasilkan buah ketika sudah ditanam sekitar 1,5 tahun.

3. Tabulampot Jambu Biji

Tanaman jambu biji atau guava juga merupakan salah satu alternatif pilihan tanaman buah dalam pot. Aslinya tanaman jambu biji ini bisa mencapai ketinggian sampai 10 meter dangan batang yang berukuran besar.

Saat ini sudah banyak orang yang mengembangkannya menjadi tanaman buah dalam pot. Yang berukuran lebih kecil dan sudah berbuah sebelum pohon meninggi. Buah jambu biji juga termasuk buah yang panennya sangat cepat sekali. Sehingga tanpa menunggu waktu yang lama Anda sudah akan memetik jerih payah selama berkebun buah di dalam pot.

4. Tabulampot Jeruk Nipis

Tanaman jeruk nipis yang memiliki ukuran batang tidak terlalu besar memang sangan cocok untuk ditanam di dalam pot. Tanaman jeruk nipis juga termasuk tanaman yang sangat mudah untuk berbuah. Sehingga tingkat keberhasilannya cukup tingggi di bandingkan dengan kegagalannya.

Jeruk nipis juga banyak digunakan untuk masakan Indonesia, baik dari mulai daun maupun buahnya. Sehingga manfaat menanam tumbuhan jeruk nipis dapat dirasakan sehari-hari.

Pot untuk menanam jeruk nipis juga tidak harus terlalu besar. Karena tanaman ini memang tidak tumbuh tinggi dan besar. Hanya saja buah jeruk nipis mudah terserang hama seperti ulat dan hama lainnya. Sehingga Anda harus rajin untuk merawatnya agar tetap tumbuh maksimal.

5. Tabulampot Nanas

Nanas adalah buah yang banyak mengandung air dan memiliki rasa lezat serta menyegarkan. Selain itu, buah nanas ini juga banyak menyediakan untuk kita vitamin, mineral, antioksidan dan enzim yang bersifat meredakan asam lambung dan mengurangi peradangan.

Tanaman nanas ini pohonnya tidak tinggi, daunnya berpusat pada satu garis di tengah. Yang kemudian pada pucuk daunnya tumbuh buah nanas. Pohon nanas selain diambil buahnya juga memiliki nilai tambah lain sebagai penghias pekarangan rumah karena bentuknya yang indah.

Sebagai buah tropis, nanas juga sangat mudah ditanam di Indonesia. Karena tanaman nanas ini sangat cocok dengan iklim dan suhu udara yang ada di Indonesia. Saat menanam tanaman nanas tidak memerlukan perawatan khusus, asalkan Anda tidak lupa untuk menyiramnya.

Cara Membuat Tanaman Buah Dalam Pot

Ketika ingin membuat tanaman buah dalam pot, anda harus menyiapkan beberapa tahap. Agar kamu berhasil dalam menanam tanaman buah dalam pot. maka simak baik-baik dan baca sampai habis di artikel saya ini.

Menyiapkan bibit tanaman buah dalm pot

Bibit tanaman merupakan hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam tanaman buah dalam pot. Bibit tanaman dibagi menjadi dua jenis, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji). Dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

Untuk budidaya tanaman buah dalam pot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu, sifat tanamannya bisa dipastikan. Karena sama dengan sifat induknya, sehingga keberhasilannya lebih mudah dibayangkan.

Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Kekurangan dari bibit jenis vegetatif ini akarnya kurang kuat. Sehingga tanaman mudah roboh atau bisa mengalami kekeringan.

Untuk tingkat keberhasilan dalam membudidayakan tanaman buah dalam pot, sangat di pengaruhi dengan bibit yang di gunakan. Maka dari itu, gunakanlah bibit tanaman yang sudah tahu tentang sifat-sifatnya.

Untuk memastikan bebas dari hama dan penyakit. Anda bisa membeli bibit tanaman buah dalam pot pada toko atau penjual. Yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga pemerintah atau lembaga lainnya yang terpercaya.

Menyiapkan media tanam tabulampot

Media tanam merupakan tempat tumbuhnya akar yang memasok nutrisi dan membantu postur tanaman. Maka dari itu, tanaman tabulampot harus bisa menyimpan air dan memenuhi apa yang di butuhkan pada tanaman.

Media tanam mempunyai dua jenis untuk menanam tabulampot. yang pertama campuran kompos, tanah, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Yang kedua yaitu campuran lain yang terbuat dari tanah, sekam, pupuk kambing dengan komposisi 1:1:1.

Agar biaya pembuatan tabulampot lebih murah, anda bisa memakai media tanam yang ada di sekitar lingkungan sekitarmu.

Tanah dan material organik di daerah yang tropis memiliki kandungan asam yang lumayan tinggi. Jika itu terjadi maka kurangi kadar keasaman media tanam. Dengan memberikan campuran kapur pertanian atau dolomit ke dalam media tanam.

Setelah media tanam sudah selesai disiapkan, berikutnya adalah mempersiapkan pot atau polybag sebagai tempat tanaman. Jenis pot yang digunakan bisa berbagai macam, seperti pot dari tanah, kayu, logam (drum bekas), dan semen.

Namun jenis pot yang terbuat dari kayu merupakan tempat tanaman yang sanagat baik untuk tabulampot. Jenis media tanam ini mempunyai pori-pori sehingga kelembaban dan suhu lebih stabil. Tapi ada kelemahannya untuk media tanam ini adalah bahan-bahannya tidak tahan lama.

Tempat tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran pembuangan dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus sampai tanah.

Cara menanam bibit tabulampot

tanaman buah dalam pot

Untuk menanam bibit ke dalam wadah tabulampot tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kalau dilakukan dengan seenaknya bisa mengakibatkan gagalnya proses pembuatan tabulampot. Untuk itu ikuti langkah-langkah menanam tabulampot berikut ini :

  1. Siapkan media tanam yang akan digunakan dan dibutuhkan. Kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada di dalamnya. Campurkan bahan-bahan media tanam itu dalam satu tempat hingga tercampur merata.
  2. Siapkan pot yang akan digunakan untuk menanam bibit. Untuk ukuran pot disesuaikan dengan bibit yang ditanam. Pada saat awal-awal sebaiknya gunakanlah pot dengan ukuran yang kecil. Sehingga ketika tanaman tumbuh besar pot bisa diganti sekaligus sebagai penanda untuk menganti media tanam yang digunakan.
  3. Letakan pecahan genteng pada dasar pot, kemudian lapisi dengan ijuk atau sabut kelapa. Kemudian baru diisi dengan media tanam sampai setinggi setengah pot yang digunakan.
  4. Untuk mengurangi penguapan pada tanaman, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman. Kemudian buka polybag bibit tanaman, dan letakan ditengah-tengah pot. Letaknya harus pas di tengah pot, setelah itu timbun dengan media tanam sampai pangkal batang.
  5. Padatkan media tanam di sekitar tanaman, pastikan tanaman sudah ditopang dengan kuat sehingga tidak mudah roboh. Setelah itu siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban tanaman.
  6. Simpan tabulampot di tempat yang teduh, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan. Siram setiap pagi atau sore setiap hari. Setelah satu minggu masa tanam, pindahkan tabulampot ke tempat yang terbuka dan bisa terkena matahari secara langsung.

Cara merawat tanaman buah dalam pot

Supaya proses penanaman tabulampot bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan. Maka setelah selesai menanam harus dilakukan perawatan rutin. Berikut ini adalah beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan dalam menanam tanaman buah dalam pot.

Penyiraman tabulampot

Tabulampot yang telah jadi dan tumbuh besar harus diletakan pada tempat terbuka yang bisa terkena cahaya matahari secara langsung. Pada saat musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Sedangkan ketika musim hujan, penyiraman dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman ini bisa dilakukan dengan menggunakan selang atau memakai gembor.

Jika membudidayakan tabulampot dengan jumlah yang lebih banyak, maka sebaiknya diprogram dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok adalah tabulampot adalah irigasi tetes. Sistem irigasi ini memiliki kelebihan yaitu lebih hemat air, irit tenaga kerja dan mudah dikontrol. Tetapi untuk membuatnya dibutuhkan investasi yang cukup besar. Silahkan pelajari tentang irigasi tetas di sini.

Pemangkasan tabulampot

Proses pemangkasan mempunyai tiga tujuan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk ini dilakukan untuk membentuk tampilan baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus secara menyeluruh ke bagian tanaman.

Salah satu teori yang paling sering digunakan dalam tabulampot adalah 1-3-9. Yang artinya dalam setiap 1 buah batang utama terdapat maksimal 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder terdapat 3 batang tersier. Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekalian juga memiliki unsur estetika pada tanaman.

Pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan pada tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.

Terakhir pemangkasan peremajaan, dilakukan terhadap tanaman yang umurnya telah tua. Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

Pemupukan tabulampot

Media tanam tabulampot mempunyai cadangan nutrisi yang sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemupukan agar kandungan unsur hara pada media tanam tetap terjaga. Pemupukan yang pertama dilakukan satu bulan setelah masa tanam. Kemudian pemupukan dilakukan setiap 4 bulan sekali.

Jenis pupuk sebaiknya menggunakan pupuk organik. Jenisnya bisa pupuk kompos, pupuk kandang atau bisa juga menggunakan pupuk organik cair. Meskipun kandungan unsur haranya tidak seakurat pupuk kimia, pupuk organik mempunyai kandungan unsur hara yang lebih lengkap.

Pemberian pupuk kimia sebaiknya dilakukan pada saat-saat tertentu. Seperti pada saat masa pembungaan dan pembuahan saja. Yang dimana pada masa tersebut tanaman membutuhkan lebih banyak unsur hara.

Pengendalian Hama, dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak awal yakni dengan memilih bibit yang berkualitas. Bibit unggul biasanya lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit dan hama. Selain itu penanganan hama juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam yang digunakan. Bersihkan gulma dan semak belukar yang tumbuh di sekitar tanaman, karena itu akan menjadi sumber penyakit.

Apabila tanaman sudah terlanjur terkena penyakit dan hama bisa langsung membasmi secara manual. Yaitu dengan mengambil hama secara langsung. Untuk membasmi hama sebaiknya menggunakan pestisida organik.

Mengganti Media Tanam

caratanam

Pergantian media tanam dilakukan ketika tanaman sudah tumbuh besar. Dan memerlukan ruang yang lebih luas untuk mengampu ruang gerak tanaman. Pemindahan dilakukan sekalian mengganti media tanam. Selain itu, pada saat pemindahan juga dilakukan pemangkasan dan peremajaan. Contohnya dengan memangkas akar tanaman, karena akar tanaman inilah yang terus tumbuh dan akan membuat media tanam menjadi padat.

Cara agar tanaman buah dalam pot dapat cepat berbuah

Supaya tanaman buah dalam pot cepat berbuah, maka anda perlu memperhatikan tips-tips dibawah ini :

1. Mengontrol penyiraman air

Penyiraman dengan sembarangan atau berlebihan dapat memperlambat tanaman untuk berbuah. Maka lakukanlah dengan penyiraman sesuai dengan tipe buahnya, misalnya mangga adalah jenis buah yang spesifik.
Tanaman buah mangga yang baru saja ditanam dalam pot tidak harus ditanam setiap hari. Optimalnya, sesudah beberapa hari, tanaman ini akan mampu beradaptasi di dalam pot, barulah anda siram setiap hari.

Gunanya untuk mempercepat sistem perangsangan tanaman agar mau mengeluarkan bunga. Dan janganlah menyiram di bagian daunnya. Karena bisa mengakibatkan daun mudah layu akibat sistem fotosintesis terhalang.

2. Intensitas sinar matahari

Pada umunya semua jenis tanaman buah membutuhkan asupan sinar matahari dalam jumlah yang mencukupi. Karena sinar matahari bermanfaat untuk mempercepat sisitem fotosintesis di dalam tubuhnya.
Tetapi perlu di ingat kepada teman-teman pecinta tabulampot , tidak semua tanaman senang dan suka dengan cahaya matahari yang terlampaui banyak atau berlebihan.

Sekian ulasan kali ini mengenai tanaman buah dalam pot, semuanya sudah dibahas dari mulai cara memilih bibit, jenis tanaman buah dalam pot, cara membuatnya, hingga cara merawatnya. Apabila Anda masih bingung cara budidaya tanaman buah dalam pot Anda bisa mengunjungi situs kursus tanaman.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.