tari piring

Tari Piring – Salah satu tari yang cukup terkenal di Nusantara, bahkan dalam kegiatan-kegiatan nasional tarian ini tidak pernah ketinggalan. Tari piring terkadang di pentaskan dalam acara pernikahan, penyambutan tamu agung, pagelaran seni dan upacara-upacara adat lainnya.

Tari ini beberapa tahun terakhir, dinobatkan oleh Pemerintah Sumatera Barat untuk menjadi aset yang menarik perhatian wisatawan. Sumatera Barat selain memiliki banyak objek wisata alam, juga mempunyai banyak corak seni yang membuat hati mempesona, nah salah satunya tari piring ini.

Tari ini dibawakan oleh para penari dengan koreografi yang halus dan lembut, serta tempo cepat. Tidak ketinggalan para penari akan selalu membawa piring di kedua tangannya. Tari piring tidak hanya dikenal di Sumatera Barat, tapi seluruh Indonesia bahkan sampai belahan dunia.

Pengertian Tari Piring

pengertian tari piring

Tari piring adalah sebuah seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Tari ini merupakan salah satu tarian Minangkabau yang masih ada dan selalu diajarkan kepada penduduk Negeri Sembilan keturunan Minangkabau.

Tarian piring mempunyai gerakan yang hampir sama dengan gerakan para petani saat bercocok tanam. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman yang telah di usahakan selama berbulan-bulan.

Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayunkan dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur. Dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, tanpa terlepas dari genggaman.

Saat para penari memulai berkeografi, juga diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Terkadang, piring-piring tersebut akan dilontarkan ke udara atau banting ke tanah dan kemudian dipijak oleh para penari.

Untuk menambah elemen keindahan dan juga surprise dalam pagelaran tari piring. Para penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut, ragu dan tidak pula luka. Penonton pastinya akan merasa ngeri apabila melihat kaca-kaca pecah dan tajam itu dipijak sambil menari.

Asal Usul dan Sejarah Tari Piring

sejarah tari piring

Tari Piring adalah salah satu seni tari tradisonal yang lahir serta diciptakan oleh masyarakat Minangkabau yang berasal dari Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Tari ini dipercaya sudah ada sejak sekitar abad ke 12 Masehi, dan terlahir asli dari kebudayaan dan kehidupan asli masyarakat Minangkabau. Tari piring pada zaman dahulu merupakan tarian persembahan bagi para dewa.

Dewa-dewa tersebut dipercayai masyarakat Minangkabau telah mengkaruniakan hasil yang berlimpah selama setahun. Ohh ya.. perlu diketahui bahwa sebelum masuknya Islam di tanah Minangkabau, masyarakat mayoritas masih memeluk Agama Hindu, Buddha dan Animisme.

Agama Islam masuk ke tanah Sumatera pada abad ke 14 Masehi. Dengan masuknya agama Islam, secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan tari piring di Pulau Sumatera.

Saat ajaran Islam mulai dianut oleh mayoritas masyarakat Minangkabau, alokasi tari piring jadi berubah. Yang dahulu kalanya ditampilkan sebagai tari persembahan bagi dewa-dewa. Semenjak itu mulai ditunjukan kepada masyarakat untuk sebagai tontonan.

Tarian ini juga berkembang ke negeri–negeri melayu lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Brunei, dan lain-lainnya. Berkembangnya tarian tersebut seiring dengan jalur perdagangan pada masa itu.

Walaupun terdapat beberapa perbedaan konsep di setiap daerah di Sumatera Barat. Tapi tari piring masih memiliki kesamaan secara keseluruhan yaitu, untuk sebuah persembahan dan tontonan masyarakat atau orang memiliki hajat.

Ragam Gerakan Tari Piring

tari piring berbagai macam gerakan

Gerakan tari piring merupakan perpaduan antara seni tari indah, gerakan bermakna magis dan gerakan akrobatis. Gerakan tarian ini di bawakan dengan cara berkelompok oleh maksimal 3-5 personil.

Gerakan-gerakan dalam tari piring, jika dilihat secara keseluruhan sebenarnya mengandung tentang cara-cara kegiatan dalam menanam tanaman padi. Dan kegiatan tersebut merupakan mata penghidupan sehari–hari masyarakat Minangkabau.

Berikut ini beberapa ragam gerakan dalam tari Piring. Setidaknya ada 21 gerakan tari piring yang harus dibawakan oleh para penari. Agar pertunjukan tariannya menjadi sempurna.

1. Gerakan Pasambahan

Gerakan ini dijadikan sebagai pembukaan tari piring, dan dalam gerakan pasambahan dilakukan oleh penari laki-laki. Gerakan ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan memohon agar para penonton tidak membuat rusuh pada acara.

Supaya terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa merusak atau membuat tidak berjalan dengan baiknya pertunjukan tari piring ini.

2. Gerakan Singanjuo Lalai

Gerakan ini dilakukan oleh para penari wanita, dengan dimainkan secara lemah lembut dan gemulai. Gerakan ini memiliki makna suasana di pagi hari yang cerah.

3. Gerakan Mencangkul

Gerakan ini di peragakan oleh penari laki-laki dengan berpenampilan seorang bapak tani yang sedang menggarap sawahnya.

4. Gerakan Menyiang

Gerakan ini mendeskripsikan aktivitas para bapak tani disaat membersihkan sampah-sampah yang berceceran di tanah yang disaat mau digarap.

5. Gerakan Membuang Sampah

Gerakan ini di peragakan oleh penari laki-laki, dan mendeskripsikan bagaimana para petani saat mengangkat sisa-sisa sampah pada saat membersihkan ladangnya.

6. Gerakan Menyemai

Gerakan ini mendeskripsikan bagaimana para petani dalam menaburkan bibit padi yang nantinya akan ditanam.

7. Gerakan Memagar

Gerakan ini melambangkan cara para petani memberikan untuk pagar pematang sawah. Pagar ini dipasang supaya sawah mereka terhindar dari gangguan binatang liar yang merusak tanaman.

8. Gerakan Mencabut Benih

Gerakan ini memperlihatkan cara para petani mencabut benih yang sudah ditanam di sawah.

9. Gerakan Bertanam

Gerakan ini menunjukkan bagaimana kerja para petani dalam memindahkan bibit padi yang sudah dicabut.

10. Gerakan Melepas Lelah

Gerakan ini menggambarkan cara para petani beristirahat untuk melepas lelas, setelah melakukan aktivitas pekerjaannya dalam menggarap sawah.

11. Gerakan Mengantar Juadah

Gerakan mengantar juadah ini dibawakan oleh para penari wanita dalam mengantar makanan kepada para petani yang sudah lelah dalam mengolah sawah. Jadi, gerakan ini menggambarkan ketika sang istri sedang membawakan makanan untuk suaminya (petani) di sawah yang sedang beristirahat.

12. Gerakan Mengambil Padi

Gerakan ini diperagakan oleh para penari wanita, yang memperlihatkan ketika mengambil padi yang sudah dicabut oleh para penari pria.

13. Gerakan Manggampo Padi

Gerakan ini memperlihatkan cara para petani mengumpulkan padi yang sudah dicabuti dan membawanya ke tempat lain.

14. Gerakan Menyambit Padi

Gerakan ini diperagakan oleh para penari pria yang menggambarkan bagaimana para petani yang sedang bekerja di sawah disaat menyambit padi.

15. Gerakan Menganginkan Padi

Gerakan ini mendeskripsikan sebuah padi yang sudah dikumpulkan untuk dianginkan. Dan akan dipisahkan antara beras dan kulit padi yang sudah dikupas dari bijinya.

16. Gerakan Mengikir Padi

Gerakan yang melambangakan bagaimana pekerjaan para petani dalam mengumpulkan padi dan juga menjemurnya.

17. Gerak Membawa Padi

Gerakan yang dikerjakan oleh para petani ketika membawa padi untuk dibawa ke suatu tempat lain.

18. Gerak Menumbuk Padi

Gerakan ini mendeskripsikan bagaimana cara menumbuk padi yang sudah dijemur kering. Hal ini dilakukan oleh para penari laki-laki, sedangkan para wanita bagian mencurahkan padi.

19. Gerakan Gotong Royong

Gerakan yang dikerjakan dengan cara bersama-sama, sehingga lambang akan sifat gotong royong.

20. Gerak Menampih Padi

Gerakan yang mendeskripsikan bagaimana kerja para petani saat membersihkan padi yang sudah menjadi beras.

21. Gerak Menginjak Pecahan Kaca

Penambahan dalam unsur estetika dan kejutan bagi penonton. Gerakan ini tersusun dari penggabungan dari berbagai macam gerakan, dan diakhiri oleh para penari yang melakukan atraksi menginjak-injak pecahan kaca. Penari ini melakukan dengan atraktif dan ditambahi dengan berbagai macam gerakan improvisasi penari.

Pencipta Tari Piring

pencipta seni tari

Ketika mendengar kalimat tari piring, apa yang Anda pikirkan? Memang terkadang kita tidak tahu penciptanya, namun tahu asal nya dari mana. Bagi Anda yang belum tahu pencipta tari piring, ini penjelasan lebih lanjutnya.

Tari piring diciptakan oleh seniman Huriah Adam sebagai seniman terkenal dari Minangkabau. Dia adalah seorang seniman yang sudah memiliki atau menciptakan berbagai ragam gerakan tari yang indah dan elok.

Makna Tari Piring

makna tari piring

Properti utama yang digunakan untuk pertunjukan tari piring adalah dua buah piring. Jelas sudah obyek yaitu piring, nama tariannya aja “tari piring” pasti membawa piring (hehee).

Sudah dijelaskan diatas bahwa piring ini di genggam dengan dua telapak tangan dengan tempo gerakan yang sangat cepat sekali. Dengan gerakan berpola diayunkan ke depan dan belakang. Dua cincin dan dentingan piring adalah sebuah selingan bunyi pada saat jari penari diketukkan kebagian bawah piring.

Tari ini mempunyai makna nilai transendental, hal ini terlihat pada saat pelaksanaan tata cara tari piring. Piring-piring tersebut disusun diatas menandakan bahwa simbol yang ditunjukan ke arah tuhan (Allah SWT) dan simbol rasa ucap syukur kepada tuhan.

Fungsi Tari Piring

fungsi tari piring

Pada umumnya tari piring dari Minangkabau ini ditampilkan pada upacara adat, misalnya pada acara upacara pesta pernikahan, khitanan, pengangkatan penghulu dan juga upacara hasil panen padi.

Namun, dalam pergelaran tari ini hanya orang-orang yang mampu sajalah yang bisa mengadakan acara ini atau orang yang berhasil panen besar dengan baik.

Upacar tari ini dilakukan untuk mencurahkan rasa syukur terhadap Allah SWT, yang telah memberikan anugerah serta rizkinya sehingga panen pada masa itu melimpah ruah.

Seiring perkembangan zaman, tari piring tidak hanya dipertunjukan dalam upacara adat saja. Namun, melainkan ditampilkan dalam acara-acara hari besar lainnya. Misalnya festival, pameran, hari kemerdekaan Indonesia, dan untuk menyam,but tamu agung.

Kostum Tari Piring

tari piring memiliki kostum dua yaitu lpria dan wanita

Kostum yang dikenakan oleh para penari piring terbagi menjadi dua bagian, yaitu kostum untuk pria dan kostum untuk para penari wanita.

1. Kostum Penari Pria

  • Busana rang mudo atau lebih dikenal Baju gunting China yang memiliki lengan lebar dan diberikan hiasan dengan hiasan missia (rende emas).
  • Saran galembong, celana dengan ukuran besar yang di bagian tengahnya (pisak) memiliki warna yang sama dengan warna baju.
  • Sisamping, yaitu seperti kain songket yang dililitkan pada pinggang dengan memiliki panjang sepanjang lutut.
  • Destar atau deta adalah penutup kepala yang dibuat dari bahan dasar kain songket dengan bentuk segitiga yang diikatkan pada kepala.
  • Baju gunting China atau busana rang mudo yang memiliki lengan lebar dan diberikan hiasan dengan hiasan missia (rende emas).
  • Saran galembong, celana dengan ukuran besar yang di bagian terngahnya (pisak) memiliki warna yang sama dengan warna baju.
  • Sisamping dan, yaitu seperti kain songket yang dililitkan pada pinggang dengan memiliki panjang sepanjang lutut.
  • Destar atau deta ialah penutup kepala yang dibuat dari bahan dasar kain songket dengan bentuk segitiga yang diikatkan pada kepala.

2. Kostum Penari Wanita

  • Baju kurung yang terbuat dari kain satin dan beludru.
  • Kain songket.
  • Selendang songket yang digunakan untuk hiasan yang dipakai pada bagian kiri badan.
  • Tikuluak tanduk balapak, yakni penutup kepala khusus wanita Minangkabau yang terbuat dari bahan songket yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau.
  • Aksesoris seperti kalung rambai dan juga kalung gadang serta subang atau anting.

Video Tari Piring

Nah,Itulah penjelasan tentang tari piring dari mulai pengertian, sejarah, makna, asal usul, fungsi, kostum, dan sampai pencipta gerakan tari yang bisa saya bagikan lewat artikel ini.

Semoga dengan tertulisnya artikel ini dan ketersediaan Anda untuk membaca, kita bisa ikut serta dalam melestarikan seni kebudayaan yang dimiliki Indonesia negeri kita tercinta ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.